Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 19:11 WIB | Senin, 10 Agustus 2015

Disela Pedagang Daging, Ini Reaksi Mendag

Pedagang daging sapi bersantai di kios mereka ketika melakukan aksi mogok berjualan di Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/8). Aksi mogok tersebut sebagai aksi protes terhadap tingginya harga daging yang kini mencapai Rp 120.000 per kg. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Iyus (45), seorang pedagang daging di Pasar Kramat Jati mengeluhkan pasokan daging sapi yang minim hingga membuat harga daging sapi melonjak tinggi. Inilah yang membuat para pedagang daging menggelar aksi mogok dengan tidak berjualan daging di pasar.

Keluhan itu disampaikan ketika Menteri Perdagangan Rachmat Gobel sedang menjawab pertanyaan para awak media mengenai kelangkaan daging. Iyus menyela dan membantah pernyataan Mendag mengenai pasokan daging sapi lokal dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur itu cukup.

“Bapak dari mana?” tanya Mendag saat pernyataannya dibantah oleh Iyus.

“Saya pedagang (daging sapi) di Pasar Kramat Jati, Pak,” kata Iyus. “Tidak ada, Pak. Itu (daging sapi dari NTT/NTB) tidak masuk ke Jakarta. Ada juga dari Bali. Itu juga tidak seberapa.”

“Impor dari Australia itu tolong ditambah kuotanya. Bapak tadi bilang 45.000 ya per bulan. Itu banyak ya, Pak. Tapi kok di pasar tidak ada?”

Menanggapi hal itu, Mendag mengatakan akan mempelajari dan menyelidiki.

“Kalau ada feedloater yang bermain saya akan pidanakan dia. Untuk menjaga bapak-bapak pedagang supaya jangan ada masalah. Oleh karena itu kita menjaga suplai ini. Kita harus atur itu. Itu (pasokan) yang dipelajari, Pak,” kata Rachmat menegaskan dengan nada tinggi.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home