Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 14:24 WIB | Kamis, 26 Maret 2015

FKH UGM Bangun Rumah Sakit Hewan Taraf Internasional

Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Hewan Prof Soeparwi di Kompleks Kampus FKH UGM oleh Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD. (Foto: ugm.ac.id)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membangun rumah sakit hewan bertaraf internasional. Rumah Sakit Hewan Prof Soeparwi itu dibangun tiga lantai, menempati area seluas 1.720 meter persegi. Menelan biaya pembangunan sebesar Rp 12 miliar, rumah sakit itu diharapkan selesai pertengahan Oktober 2015.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit hewan di sekitar areal kampus FKH UGM itu dilakukan Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD.

Dalam pidato sambutannya, Rabu (25/3), Rektor UGM mengatakan pembangunan rumah sakit hewan itu merupakan keinginan dari sivitas akademika FKH UGM yang sudah lama terpendam. FKH UGM sebelumnya sudah pernah memiliki rumah sakit hewan, dengan nama sama. RSH Prof Soeparwi yang lama itu menempati bekas gedung kuliah FKH di Sekip Unit II Yogyakarta. 

Kini, dengan terealisasinya rumah sakit itu tahun ini, Rektor berharap keberadaannya nantinya bisa menunjang kegiatan pendidikan, riset, dan pelayanan kepada masyarakat, “Semoga bisa menjadi rumah sakit berstandar internasional.”

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof Dr Suratman MSc, mengatakan rumah sakit hewan ini bisa mendukung riset unggulan FKH UGM di bidang penyakit hewan tropis. “Kita akan mendorong riset dari RSH ini bisa menjadi unggulan. Karena di rumah sakit ini tersedia laboratorium, tempat berkumpul para dokter hewan dan peneliti yang memiliki riset transdisiplin,” katanya.

RSH Prof Soeparwi akan menjadi  rumah sakit hewan pertama yang dimiliki kampus. “Dari 10 kampus FKH di Indonesia, UGM yang pertama punya RSH,” katanya.

Dekan FKH UGM Dr drh Joko Prastowo MSi mengatakan RSH Soeparwi diharapkan bisa menjadi rumah sakit hewan unggulan di DIY. Rumah sakit hewan itu akan memberikan pelayanan kesehatan hewan yang bisa diakses publik. Tidak hanya itu, kegiatan pendidikan dan penelitian di RSH diharapkan mampu menunjang pendidikan profesi dokter hewan dan mendukung pengembagan kompetensi mahasiswa dokter hewan.”Apalagi animo mahasiswa asing kuliah di FKH UGM juga semakin besar sehingga membutuhkan RSH bertaraf internasional,” katanya.

Pengurus Gamavet drh Setyo Budhi MP, mengatakan keberadaan fasilitas RSH Prof Soeparwi selama ini selalu mendapat dukungan dari alumni FKH UGM yang berjumlah lebih dari 3.000 alumni. “Alumni sangat mendukung sejak perencnaan hingga dimulai masa pembangunan,” katanya. (ugm.ac.id)

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home