Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 05:45 WIB | Sabtu, 24 Desember 2016

Haul Ke-7 Gus Dur Serukan Perdamaian dan Persaudaraan

Haul Ke-7 Gus Dur Serukan Perdamaian dan Persaudaraan
Seorang jemaah bernama Alim (kiri) asal Tangerang mengenakan topi Sinterklas pada saat menghadiri acara Haul ke-7 Gus Dur yang digelar di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) yang bertajuk Ngaji Gus Dur, Menebar Damai, Menuai Rahmat. Haul Gus Dur tahun ini menyerukan pesan perdamaian dan persaudaraan seperti apa yang selama ini telah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur perjuangkan. (Foto-foto: Dedy Istanto)
Haul Ke-7 Gus Dur Serukan Perdamaian dan Persaudaraan
Para jemaah dari berbagai majelis taklim serta komunitas Haul berdoa bersama yang diikuti ribuan jemaah lainnya pada saat menghadiri acara Haul ke-7 Gus Dur yang digelar di kediamannya di Ciganjur, Jakarta.
Haul Ke-7 Gus Dur Serukan Perdamaian dan Persaudaraan
Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) berfoto bersama dengan para jemaah yang hadir dalam acara Haul ke-7 Gus Dur yang digelar di kediamannya di Ciganjur, Jakarta.
Haul Ke-7 Gus Dur Serukan Perdamaian dan Persaudaraan
Para jemaah ibu-ibu yang ikut menghadiri acara Haul ke-7 Gus Dur yang digelar di Ciganjur dengan membaca doa bersama dan juga mendengarkan tausiah.
Haul Ke-7 Gus Dur Serukan Perdamaian dan Persaudaraan
Lukisan pasir yang dibuat oleh seniman asal Yogyakarta membuat wajah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai bagian dari rangkaian acara Haul ke-7 Gus Dur yang digelar di kediamannya di Ciganjur, Jakarta.
Haul Ke-7 Gus Dur Serukan Perdamaian dan Persaudaraan
Ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang menghadiri acara Haul ke-7 Gus Dur dengan membaca doa bersama dan juga mendengarkan tausiah.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Peringatan ke-7 wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyerukan pesan perdamaian dan  tali persaudaraan. Haul ketujuh tahun Gus Dur digelar di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, hari Jumat (23/12) dan dihadiri juga Presiden Joko Widodo, perwakilan Menteri Kabinet Kerja, serta para pejabat negara.

 “Menghadapi tantangan dengan semakin meningkatnya kebencian antara sesama muslim maupun terhadap kelompok lain saat ini, kami merasa nilai keislaman yang diperjuangkan KH Abdurrahman Wahid semakin relevan untuk digemakan kembali,” kata putri dari mendiang Gus Dur, Alissa Wahid dalam keterangan persnya.

Alissa mengungkapkan, situasi tersebut dapat menganggu citra Islam, terutama bagi Indonesia yang menjadi model keislaman yang damai dan ramah di mata dunia. Masyarakat di barat saat ini telah mengalami Islamphobia, ketakutan dan kecurigaan terhadap Islam yang meningkat akibat maraknya kekerasan dan terorisme.

Nilai keislaman yang Gus Dur perjuangkan adalah menyapa dan merangkul semua kelompok. Gus Dur telah menyakinkan bahwa keislaman dapat bersanding dengan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi yang menjunjung tinggi penghormatan hak asasi manusia dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan serta mengutamakan persatuan dan persaudaraan.

Berbagai majelis taklim, serta beragam komunitas dari berbagai wilayah hadir dalam acara bertajuk “Ngaji Gus Dur, Menebar Damai Menuai Rahmat”.  Acara diramaikan dengan sejumlah kegiatan di antaranya, tahlil Maulid Nabi Muhammad SAW, Tausiah, doa bersama, deklarasi damai oleh para tokoh lintas agama, dan pembacaan puisi serta testimoni tentang Gus Dur yang disampaikan dari beberapa tokoh.

Acara yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB juga dihadiri oleh para calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, di antaranya Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serta Agus Yudhoyono dengan Sylviana.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home