Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 12:46 WIB | Sabtu, 01 Februari 2020

Iran Dituduh Intensifkan Penindasan pada Penganut Baha'i

Iran menolak kartu identisa penganut Baha'i
Kartu identitas milik penganut Baha'i di Iran. Pnolak oleh pemerintah membuat mereka kehilangan hak-hk sipil. (Foto: dari BWNS)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Republik Islam Iran mengintensifkan penindasan terhadap penganut agama Baha'i dengan kekerasan dalam serangkaian tindakan penangkapan, penggerebekan rumah dan penolakan untuk kartu identifikasi.

Kantor Berita Dunia Baha'í (BWNS) melaporkan pada hari Selasa (28/1) bahwa "perkembangan ini adalah bagian dari lonjakan penganiayaan terhadap komunitas Baha'i di Iran." Kantor itu menambahkan bahwa "pihak berwenang Iran mencegah penganut Baha'i di seluruh negeri mendapatkan kartu identifikasi nasional, sementara serangkaian penggerebekan rumah, penyitaan, penangkapan, dan serangan terhadap properti telah menargetkan Baha'i dengan tidak adil.”

Menurut laporan BWNS, "meskipun ada klaim terus-menerus oleh pejabat Iran di dalam negeri dan dalam forum PBB bahwa penganut Baha’i memiliki hak kewarganegaraan," kata Diane Ala'i, Perwakilan dari Komunitas Internasional Baha'i (BIC) di Jenewa, Swiss. Dia melanjutkan bahwa “pihak berwenang melembagakan mekanisme lain yang bertujuan untuk menghancurkan komunitas Baha'i sebagai entitas yang layak; dengan demikian memperpanjang kampanye penganiayaan terhadap penganut Baha’i selama empat dekade dan tanpa henti di hampir setiap dimensi kehidupan, budaya, sosial, pendidikan, dan ekonomi.“

Dia menambahkan, “meski begitu, para penganut Baha'i Iran terus berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran iman mereka, yang menjunjung tinggi kebenaran sebagai 'dasar dari semua kebajikan manusia.' Bagaimana bisa para penganut Baha'i yang mengajukan permohonan untuk kartu identifikasi nasional mereka, untuk pekerjaan di sektor publik, atau untuk mendaftar di universitas, mereka dihukum hanya karena mereka jujur?"

Layanan Berita Dunia Baha'í menulis bahwa “anggota dari beberapa agama minoritas di negara tersebut juga menghadapi pembatasan dalam mengajukan kartu identifikasi nasional baru, menghapus fasilitas sebelumnya yang memungkinkan pilihan 'lain', alih-alih salah satu dari empat agama yang diakui, Islam, Kristen, Yudaisme, atau Zoroastrianisme.

Keputusan Iran untuk menghapus opsi itu sekarang mencegah penganut Baha’i memperoleh kartu identitas mereka, merampas mereka dari layanan sipil dasar seperti mengajukan pinjaman, menguangkan cek, atau membeli properti."

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home