Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 15:38 WIB | Rabu, 19 Juli 2017

Jokowi: Politik Indonesia Didominasi Jiwa-jiwa yang Kosong

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada pembukaan Rakernas X APKASI dan APKASI Otonomi Expo 2017, di JCC, Rabu (19/7). (Foto: setkab.go.id/Rahmat)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo menilai selama ini politik di Indonesia terlalu banyak didominasi oleh jiwa-jiwa yang kosong, jiwa-jiwa yang kering yang menghambat Indonesia untuk menjadi maju dan sejahtera.

Menurut Presiden untuk membangun Indonesia sekarang ini dibutuhkan jiwa-jiwa yang mulia, jiwa-jiwa yang memiliki integritas, kejujuran, memiliki etos kerja yang baik, memiliki moralitas yang baik, memiliki disiplin yang baik, juga memiliki akal budi yang baik.

“Untuk apa? Untuk mengantarkan bangsa, negara yang kita cintai ini, Indonesia maju dan sejahtera,” kata Kepala Negara saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional X Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan APKASI Otonomi Expo 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (19/7) pagi.

Dalam Rapat Kerja Nasional X APKASI tersebut Presiden meminta agar para pemimpin daerah dan pelaku ekonomi sungguh-sungguh berupaya untuk perubahan-perubahan agar Indonesia bisa menjadi lebih baik. Sehingga yang terjadi adalah sebuah lompatan-lompatan, loncat-loncatan untuk mendahului negara-negara yang lain.

Presiden menegaskan kepada para bupati seluruh Indonesia, bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat menentukan maju tidaknya daerah dan maju tidaknya negara.

Karena itu, Presiden Jokowi menitipkan pesan kepada semuanya, baik itu bupati, wakil bupati, kepala dinas, semuanya, jangan sekali-sekali terjebak pada rutinitas yang itu-itu saja.

“Jangan kita terjebak pada hal yang monoton itu-itu saja. Jangan terjebak kita pada hal yang linier yang tidak berani melakukan terobosan-terobosan untuk sebuah perubahan, kalau tidak kita ditinggal,” kata Presiden.

Menurut Jokowi, sekarang ini jika ingin memenangkan kompetisi, ingin memenangkan persaingan negara maupun daerah harus memiliki tiga hal yang sangat penting, yaitu inovasi yang terus-menerus, SDM trampil yang harus disiapkan oleh daerah, dan enterpreneurship.

“Tiga hal inilah yang menjadi kewajiban kita bersama; pemerintah pusat, pembela daerah untuk menyiapkan. Agar apa? Sekali lagi, kita memenangkan persaingan,” kata dia.

 “Saya titip, selama ini panggung kita, terutama panggung politik kita, terlalu banyak didominasi oleh jiwa-jiwa yang kosong, jiwa-jiwa yang kering,” kata Presiden. (setkab.go.id)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Back to Home