Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 19:37 WIB | Sabtu, 28 November 2020

Ketua Umum MUI, Miftachul Akhyar: Tugas Ulama Berdakwah

Dakwah itu menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, membela bukan mencela.
KH Miftachul Akhyar ketika menyampaikan pidato sebagai Ketua Umum MUI. (Foto: tangkap layar)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-KH Miftachul Akhyar terpilih menjadi Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat untuk periode 2020-2025. Dalam pidatonya dia menegaskan bahwa tugas ulama adalah berdakwah, bukan mengejek.

“Tugas para ulama sebagaimana umumnya kita ketahui adalah berdakwah. Dakwah itu mengajak bukan mengejek sebagaimana yang kita ketahui,” kata Miftachul Akhyar dalam pidatonya pada penutupan Munas MUI ke-10 yang disiarkan YouTube Wakil Presiden RI, hari Jumat (27/11).

Tugas ulama dalam dakwah, kata Kiai Miftach, sangat ditunggu oleh umat. Oleh sebab itu, dia berpesan pada jajaran MUI untuk melaksanakan peran tersebut.

Dalam berdakwa, katanya, “merangkul, bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela. Tugas-tugas ini saya harapkan dalam periode perkhidmatan kita, ini akan mewarnai dalam kehidupan kita semuanya. Umat sedang menunggu apa langkah kita,” katanya.

Pada pidato pertamanya itu, Kiai Miftach yang lahir di Surabaya 1 Januari 1953 ini mengajak seluruh pengurus MUI yang terpilih agar mampu memberikan pencerahan terhadap umat di tengah maraknya disrupsi teknologi saat ini.

“Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi merupakan kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah,” kata Kiai pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini.

Kiai Miftach secara resmi menggantikan KH Ma’ruf Amin berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X MUI yang digelar di Jakarta, Kamis (26/11) malam.

KH Miftachul Akhyar adalah seorang Ulama dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2018-2020, yang ditetapkan pada Rapat Pleno PBNU pada Sabtu, 22 September 2018.

Kyai Miftah tercatat pernah nyantri di beberapa pesantren ternama, di antaranya Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang; Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan; Pondok Pesantren Al-Anwar Lasem, Sarang, Jawa Tengah.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home