Loading...
INSPIRASI
Penulis: Hananto Kusumo 01:10 WIB | Minggu, 16 Oktober 2016

Kunci Agar Doa Terjawab

Perjuangkanlah perkara yang yang baik dan benar dengan tekun.
Perumpamaan Janda dan Hakim (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Kemenangan adalah milik orang-orang yang berdoa, yang berdoa. Kemenangan adalah milik orang-orang yang berjuang, yang berjuang.” Demikianlah refrein lagu ”Kemenangan” yang dilantunkan Regina, pemenang Indonesian Idol 2012.

Refrein lagu itu selaras dengan semboyan Ora et Labora (Berdoa dan Bekerja), yang telah dicetuskan St Benediktus pada  abad pertengahan. Bagi Benediktus, doa kontemplasi dan berjuang dalam pekerjaan adalah ibarat dua sisi dari satu mata uang.

Banyak orang mengalami penyertaan Tuhan ketika ketekunan dalam doa maupun usaha menyatu dalam ketekunan tanpa henti. Yakub, cucu Abraham, menghayatinya melalui ”pergumulan dengan Tuhan” (Kej. 32:22-31). Daud, penulis banyak mazmur, menghayatinya melalui tugasnya sebagai gembala. Ia menghayati peran Allah yang juga menggembalakannya dengan perlindungannya yang kekal. 

Demikian pula Yesus, Sang Guru dari Nazaret, menggambarkan ketekunan dan doa dalam perumpamaan ”Hakim Yang Tidak Benar” (Luk. 18:1-8). Mungkin ada yang bingung kenapa Allah digambarkan sebagai hakim yang tidak benar (ay. 6-7). Bukankah Allah itu benar dan kudus?  Tentu, Allah itu benar. Namun, sosok ”hakim yang tidak benar” itu bukan merupakan gambaran tentang Allah. Hakim itu merupakan perbandingan.

Sebagai contoh, ketika Yunus kesal karena menyayangkan kematian pohon jarak yang tidak ditanamnya maupun ditumbuhkannya, apalagi Allah. Ia tentu menyayangkan kebinasaan bangsa Ninewe yang besar yang tidak tahu kesalahannya dengan ternaknya yang banyak (Yun. 4). Di situ bangsa Ninewe dibandingkan dengan pohon jarak, bukan digambarkan sebagai pohon jarak. Begitu pula: Kalau hakim yang tidak benar saja mau melayani permintaan orang yang tekun meminta kepadanya, masakan Allah tidak?

Karena itu, baiklah kita memperjuangkan perkara yang baik dan benar dalam karya hidup dan doa secara bertekun, sebagaimana kata Yesus, ”Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?”(Luk. 18:7a).

Pada saat yang tepat, Tuhan niscaya menjawab doa kita!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home