Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 04:26 WIB | Selasa, 10 September 2019

Lebih 120 Gereja di Suriah Hancur Akibat Perang

File foto 18 Mei 2017 ini memperlihatkan bendera Suriah berkibar di atas gereja Ortodoks Romawi Santo Mary yang sudah hancur di desa Zabadani, Damaskus, Suriah. (Foto: AP/Hassan Ammar)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM - Sebuah organisasi HAM pemantau perang Suriah yang memiliki keterkaitan dengan oposisi pada Senin (9/9) mengeluarkan laporan bahwa lebih dari 120 tempat ibadah Kristen telah dirusak atau hancur selama konflik delapan tahun di negara itu.

Beberapa gereja sengaja dihancurkan, seperti ISIS dengan menggunakan buldoser menghancurkan Biara Saint Elian kuno di Homs pada tahun 2015. Tetapi, sebagian besar kehancuran diakibatkan oleh pertempuran garis depan, terkena tembakan atau roket.

Dilansir Associated Press, sebelum Suriah dilanda perang saudara pada 2011, populasi umat ​​Kristen di negara tersebut berkisar 10 persen dari 23 juta jumlah penduduk. Mereka hidup berdampingan dengan mayoritas muslim dan menikmati kebebasan beribadah di bawah pemerintahan Presiden Bashar Al Assad.

Selama 20 tahun terakhir, umat Kristen Suriah banyak yang pindah ke negara-negara Eropa, apalagi sejak dimulainya konflik hingga saat ini.

Sekitar setengah dari semua warga Suriah kini menjadi pengungsi di negerinya sendiri atau telah meninggalkan negaranya.

Laporan pengamatan oleh Syrian Network for Human Rights (Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah) yang berpusat di Qatar itu menyebutkan bahwa pasukan pemerintah bertanggung jawab atas 60 persen dari 124 serangan yang didokumentasikan sejak pertempuran meletus pada Maret 2011. Sisanya akibat serangan dari militan ISIS, kelompok yang terkait dengan Al Qaeda, Hayat Tahrir Al-Sham dan faksi-faksi oposisi bersenjata lainnya.

"Menargetkan tempat ibadah Kristen adalah bentuk intimidasi dan pengusiran minoritas Kristen di Suriah," kata Fadel Abdul Ghany, pendiri dan ketua Syrian Network for Human Rights (SNHR).

Rincian laporan itu mengatakan ISIS berada di belakang 10 serangan terhadap situs-situs Kristen, lima di antaranya berada di kota Raqqa, yang dulunya adalah ibu kota ISIS secara de-facto. Ekstrimis ISIS ini dikenal biasa mengusir dan membunuh orang-orang Kristen di daerah-daerah yang dikuasai dan merampas properti mereka.

Penghancuran situs Kristen yang terparah terjadi di kota Aleppo, dengan 34 serangan, 24 oleh pemberontak dan enam oleh pemerintah. Jumlah serangan terbanyak yang dilakukan oleh pasukan pemerintah adalah di kota Homs dengan 27 dari 29 serangan.

Laporan SNHR juga menyalahkan sekutu pemerintah Suriah yaitu Rusia dan Iran, tetapi tidak merinci berapa banyak serangan yang mereka timbulkan. (apnews.com)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home