Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 04:27 WIB | Sabtu, 23 Februari 2019

Mengasihi Musuh

Tindakan balas dendam terjadi karena orang tidak mampu berdamai dengan masa lalunya.
Persekutuan (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Luk. 6:27). Demikianlah nasihat praktis Sang Guru kpada para murid-Nya. Sang Guru tidak menghendaki murid-murid-Nya melakukan balas dendam. Namun, sebaliknya, mereka semua dituntut untuk mengasihi orang-orang yang memusuhi mereka.

Alasannya unik: ”Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?” (Luk. 6:32). Ya, apa bedanya dengan orang lain. Bukankah mereka juga melakukan hal yang sama.?

Panggilan Yesus untuk berbuat baik kepada orang yang memusuhi kita sejatinya merupakan panggilan khas dari orang-orang yang mau menjadi warga Kerajaan Allah. Mengapa? Karena Allah sendiri adalah Pribadi yang tidak pilih-pilih. ”Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat” (Luk. 6:35).

Yesus menghendaki para murid-Nya bersikap dan bertindak meniru Allah Bapa. Sebagai warga Kerajaan Allah, maka sikap dan tindakan mereka semestinya memang meniru Sang Raja di Kerajaan Allah itu.

Sebenarnya, tindakan balas dendam terjadi karena orang tidak mampu berdamai dengan masa lalunya. Dia tidak mampu berdamai dengan tindakan-tindakan buruk yang pernah dialaminya. Sehingga ketika dia di atas, maka dia merasa perlu membalas orang-orang yang telah menyakiti hatinya.

Kalau sudah begini, perkataan Desmontutu ini menarik disimak: ”Prinsip mata ganti mata, dan gigi ganti gigi hanya akan membuat dunia penuh dengan orang buta dan ompong.” Balas dendam hanya menjadikan dunia tidak enak didiami. Apa indahnya dunia kalau isinya hanya orang buta dan ompong?

Namun, dunia pasti akan semakin indah tatkala orang yang pernah dibutakan matanya tidak membalas. Sehingga orang yang melek—yang pernah berbuat kejahatan—dapat menuntun orang-orang yang pernah disakitinya dengan suka rela. Dan ini hanya mungkin terjadi tatkala seseorang berdamai dengan masa lampaunya. Dan itulah sikap dan tindakan warga Kerajaan Allah!

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home