Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 16:57 WIB | Senin, 30 September 2013

Menteri Agama Usul 3 Januari Jadi Hari Kerukunan Beragama

Menag, Suryadharma Ali menghadiri doa untuk bangsa dan penutupan Wahana Negara Raharja (WNR) yang digelar Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/9). (foto: setkab.go.id)

SEMARANG, SATUHARAPAN.COM – Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali akan mengusulkan kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar menetapkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama pada 3 Januari sebagai Hari Kerukunan Beragama.

“Kerukunan beragama di negeri ini adalah yang terbaik di dunia. Karena itu, kami akan mengusulkan kepada Presiden SBY agar menetapkan setiap tanggal 3 Januari sebagai Hari Kerukunan Beragama,” kata Menag Suryadharma Ali saat menghadiri doa untuk bangsa dan penutupan Wahana Negara Raharja (WNR) yang digelar Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/9).

Ia meyakini bahwa negara Indonesia adalah negara yang memiliki kerukunan umat beragama paling tinggi dan dapat menjadi teladan bagi dunia. Ia menyatakan bahwa hanya di Indonesia-lah yang memberikan kebijakan untuk menjadikan hari besar semua agama sebagai hari libur. “Nah, sekarang tunjukkan kepada saya negara mana yang seperti itu. Inilah yang terbaik,” kata Menag.

Ia memberikan hari besar Idul Fitri sebagai contoh. Begitu pula dengan hari Natal, Waisak, Nyepi dan Imlek. “Semua saling menghormati dan saling memberikan  ucapan selamat hari raya,” ujar Menag.

Ali pun tak menyangkal bahwa masih ada konflik agama di tengah kedamaian negeri ini. Namun, ia menilai bahwa sengketa seperti itu adalah hal yang wajar. “Konflik wajar, karena fitrah manusia diciptakan Tuhan sekaligus dengan sifat amarah. Di sinilah fungsi agama mengajarkan umat untuk mengatur dan mengendalikan emosinya. Sehingga kehidupan yang penuh warna bisa rukun, harmonis, dan sejahtera,” jelas Menag.

Menurutnya, usulan Hari Kerukunan Umat Beragama pada tiga Januari tersebut didasari oleh keinginan beberapa pihak untuk melihat  para pemuka agama seperti kiai, ustad, pendeta, romo, pastur, biksu, masyarakat dan tokoh lintas agama berjalan bersama bergandengan tangan.

Bila ada kesempatan, ia berjanji akan menjelaskan lebih dalam tentang usulan Hari Kerukunan Umat Beragama tersebut.

Acara WNR tersebut turut pula dihadiri oleh Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama (Kemenag) Joko Wuryanto, Dirjen Bimas Islam Prof Abdul Djamil, Staf Khusus Menag Budi Setiawan, Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Sekjen DPP Walubi Citra Surya, Ketua Umum MNSBDI Aiko Senosoenoto, dan ketua panitia Lusiania. (setkab.go.id)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home