Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 08:46 WIB | Sabtu, 17 Juni 2017

Panggilan Bukan Tanpa Bekal

Yang dipanggil-Nya diberi kuasa.
Kedua belas murid Yesus (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan” (Mat. 10:1). Demikianlah catatan dalam Injil Matius. Ada beberapa hal menarik untuk diperhatikan di sini.

Pertama, kedua belas murid itu dipanggil. Yang memanggil adalah Yesus Orang Nazaret. Panggilan itu jelas; bukan mimpi. Yesus memanggil mereka. Hingga hari ini panggilan Tuhan itu tetap. Tuhan memanggil melalui gereja-Nya atau mitra gereja-Nya. Pertanyaannya: Apakah yang dipanggil menerima panggilan tersebut?

Mengapa kedua belas murid itu yang dipanggil? Mengapa bukan yang lainnya? Kriterianya ada di tangan Yesus sendiri. Dia memiliki prerogatif untuk memilih kedua belas rasul-Nya. Dan karena itu, kedua belas rasul itu tak mungkin memegahkan diri karena panggilan-Nya anugerah semata.

Kedua, Tuhan tidak memanggil seseorang tanpa bekal. Yang dipanggil-Nya diberi kuasa. Dalam BIMK (Bahasa Indonesia Masa Kini) tertera: ”Lalu Ia memberi kepada mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan segala macam penyakit dan segala macam cacat badan.” Perlengkapannya hampir setara dengan Sang Guru. Mengapa? Karena kedua belas rasul itu adalah utusan. Dan seorang utusan merupakan perwakilan dari pribadi yang mengutusnya.

Pada titik ini, para utusan tak perlu takut apa lagi minder. Mereka adalah perwakilan Sang Guru. Kalau perlu mereka dapat menggunakan bekal mereka sebagai bukti perutusan itu. Tetapi, bekal itu bukanlah untuk pamer. Bekal itu merupakan perlengkapan pengutusan, yang harus digunakan dengan semestinya. Dan memang tidak perlu sombong. Bagaimanapun mereka hanyalah orang yang dibekali. Jika ada pujian, pujian tentu hanya boleh dimuarakan kepada Tuhan saja. Setiap utusan-Nya, pada akhirnya harus selalu berkata, ”Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” (Luk. 17:10).

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home