Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 07:49 WIB | Sabtu, 02 Januari 2021

Paus Fransiskus Prihatin Atas Situasi Kemanusiaan di Yaman

Paus Fransiskus memimpin misa pada Malam Natal di Basilika Santo Petrus di tengah pandemi virus corona di Vatikan, pada 24 Desember 2020. (Foto: dok. Reuters)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM-Paus Fransiskus muncul kembali pada hari Jumat (1/1) setelah sakit skiatik kronis yang memaksanya untuk melewatkan kebaktian tahun baru, dan tidak menyebutkan penyakitnya, ketikaia menyampaikan seruan tradisionalnya untuk perdamaian dunia.

Paus tidak dapat menghadiri kebaktian pada Kamis (31/12) dan lagi pada hari Jumat pagi karena sakit di panggul, masalah yang relatif umum yang menyebabkan rasa sakit di sepanjang saraf skiatik di punggung bawah dan kaki.

Ini adalah pertama kalinya sejak dia menjadi paus pada 2013 ketika Paus Fransiskus, yang berusia 84 bulan lalu, dicegah karena alasan kesehatan untuk memimpin acara besar kepausan.

Namun, dia tidak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan saat menyampaikan pidato dan doa siang. Dia berdiri di mimbar di perpustakaan Istana Apostolik Vatikan.

“Kehidupan hari ini diatur oleh perang, oleh permusuhan, oleh banyak hal yang merusak. Kami ingin kedamaian. Itu adalah anugerah,” kata Paus Fransiskus seraya menambahkan bahwa tanggapan terhadap krisis virus corona global menunjukkan pentingnya berbagi beban.

“Peristiwa menyakitkan yang menandai perjalanan umat manusia tahun lalu, terutama pandemi, mengajarkan kita betapa pentingnya menaruh minat pada masalah orang lain dan berbagi keprihatinan mereka,” katanya.

Pemberkatan pada siang hari biasanya diberikan dari jendela yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, tetapi itu dipindahkan ke dalam ruangan untuk mencegah orang banyak berkumpul dan membatasi penyebaran COVID-19.

Paus Fransiskus menyoroti secara khusus kekhawatirannya tentang Yaman, yang telah dirusak oleh kekerasan selama enam tahun. Sedikitnya 26 orang tewas dalam serangan di bandar udara Aden pada hari Rabu (30/12), yang memicu putaran baru serangan udara koalisi.

"Saya mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan saya atas eskalasi kekerasan lebih lanjut di Yaman, yang menyebabkan banyak korban yang tidak bersalah," kata Paus. (Reuters).

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home