Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 08:18 WIB | Jumat, 12 Desember 2014

Payung Teduh Band yang Lahir dari Persahabatan

Payung Teduh Band yang Lahir dari Persahabatan
Kelompok musik Payung Teduh dengan personil Ivan (gitar), Mohammad Istiqomah Djamad atau Is (vokalis), Cito (drum) dan Comi (bass) saat tampil dalam acara yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Depok, Kamis (11/12). Grup musik yang lahir dari sebuah persahabatan tersebut merupakan salah satu band yang memiliki warna musik tersendiri dengan alunan jazz dengan sedikit sentuhan keroncong. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Payung Teduh Band yang Lahir dari Persahabatan
Mohammad Istiqomah Djamad atau yang akrab disapa Is sang vokalis dari Payung Teduh saat beraksi di panggung dalam sebuah acara yang digelar oleh FISIP UI, Depok.
Payung Teduh Band yang Lahir dari Persahabatan
Comi pemain bass merupakan sahabat dari Is sejak di bangku kuliah yang berawal dari pemain musik di Teater Pagupon sampai akhirnya membentuk sebuah band musik di tahun 2010 lalu.
Payung Teduh Band yang Lahir dari Persahabatan
Ivan (kiri) pemain okulele merupakan personil yang terakhir masuk pada tahun 2010 saat terbentuk band Payung Teduh dengan menlansir album pertama yang diproduksi secara independen.
Payung Teduh Band yang Lahir dari Persahabatan
Cito pemain drum saat beraksi di atas panggung dalam acara yang diselenggarakan oleh FISIP UI Depok yang bernama Fisipreasiasi dengan tema Menembus Batas Apresiasi.

DEPOK, SATUHARAPAN.COM – Grup band ber-genre musik tahun 60an Payung Teduh tak terbatas oleh waktu, meski zaman terus berganti. Warna musik yang terdengar seperti alunan jazz dan sedikit nada keroncong membuatnya memiliki warna tersendiri sampai akhirnya banyak digemari oleh para muda mudi saat mereka manggung disebuah acara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Depok, Kamis (11/12).

Kelompok musik yang berdiri sejak tahun 2007 diinisiasi oleh Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is dan Comi yang keduanya merupakan sahabat di masa kuliah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia. Berawal dari profesi pemain musik di Teater Pagupon sampai ke kantin hingga akhirnya keduanya memiliki karakter dalam memainkan musik.

Tahun 2008 Is dan Comi mulai mengajak Cito penabuh drum untuk melengkapi permainan musiknya kemudian pada tahun 2010 pemain gitar Ivan juga ikut diajak bergabung. Lagu pertama yang mereka buat dan dimunculkan adalah “Angin Pujaan Hujan” yang memiliki warna musik tersendiri. Disusul dengan sejumlah lagu yang diciptakan dan asyik didengar yaitu, “Kucari Kamu”, “Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan”, “Amy”, dan juga termasuk karya-karyanya yang dimainkan dalam pementasan teater diantaranya “Resah”, “Cerita Tentang Gunung dan Laut.” Akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album sendiri secara independen dipengujung tahun 2010.

Warna musik Payung Teduh tidak berhenti disatu genre tertentu. Musik yang dimainkan tentu memiliki ciri yang sudah dimiliki, semua tergantung dari pendengar yang memilih selera musik yang disukainya.

(sumber: http://payungteduh.blogspot.com/p/biography)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home