Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 20:03 WIB | Jumat, 16 Oktober 2015

Peparda 2015 Jadi Alat Ukur Atlet Difabel DKI Jakarta

Peparda 2015 Jadi Alat Ukur Atlet Difabel DKI Jakarta
Atlet kursi roda Provinsi DKI Jakarta, Baharuddin (kanan) dan Maria Goretti Samiati (kiri) sedang berlatih di hari Jumat (16/10) di Kompleks Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta Timur. (Foto-foto: Prasasta Widiadi).
Peparda 2015 Jadi Alat Ukur Atlet Difabel DKI Jakarta
Triyanto (topi kuning) berbincang dengan atlet difabel tuna rungu cabang atletik.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pelatih atletik difabel Provinsi DKI Jakarta, Triyanto mengatakan Pekan Paralimpiade Daerah (Peparda) 2015 akan dijadikan alat untuk mengukur kemampuan dan daya saing atlet difabel Provinsi DKI Jakarta.

“Peparda ini merupakan titik awal untuk mengukur sejauh mana mereka bisa bersaing di Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional, red),” kata Triyanto  kepada satuharapan.com, hari Jumat (16/10) di Kompleks Gelanggang Olah Raga Rawamangun, Jakarta Timur.

Triyanto belum memastikan berapa atlet untuk cabang atletik dari jenis difabel yang dia tangani (tuna daksa dan tuna rungu-wicara) yang akan disertakan ke Peparnas 2016 yang akan dihelat di Bandung, Jawa Barat.

“Saya masih akan evaluasi lagi dan lihat daerah lainnya,” kata Triyanto.

Pembagian Difabel dalam Peparda 2015

Peparda 2015 akan mempertandingkan lima cabang olah raga antara lain atletik, tenis meja, renang, bulu tangkis, dan catur

Triyanto menjelaskan pembagian cabang olah raga dalam Peparda 2015 berbeda dengan cabang olah raga nomor umum. Karena cabang olah raga tersebut masih dibagi lagi dengan berdasar pada jenis kondisi fisik difabel yang dimiliki atlet tersebut.

Misalnya, cabang olah raga atletik, tenis meja, renang, bulu tangkis akan terbagi lagi  untuk tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa.  Sementara untuk catur khusus untuk tuna netra.

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home