Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 07:55 WIB | Sabtu, 17 Agustus 2019

Pertentangan

Dengan kata lain, tetaplah mengasihi... tulus, tanpa pamrih.
Bunda Teresa (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga” (Luk. 12:51-52).

Kata-kata Sang Guru dari Nazaret lugas dan tajam. Dia menegaskan bahwa pada akhirnya setiap orang harus memilih: mengikuti Dia atau tidak. Dan setiap orang yang mengikuti Dia harus belajar hidup dengan pola-Nya—pola ilahi. Dan ketika pola ilahi diterapkan, maka perbedaan, juga pertentangan,  pastilah terjadi.

Sedikit contoh, ketika orang menerapkan pola ilahi di kantornya—dalam arti berusaha menjadi karyawan yang menaati aturan secara ketat—mudah ditebak ada karyawan lain yang tak begitu menyukainya. Mereka akan menganggap orang tersebut sok alim atau sok suci. Padahal, dia hanya mencoba menerapkan aturan kantor secara tepat.

Tetapi, itu tidak berarti bahwa orang tersebut boleh menghakimi teman-teman sekantornya yang heran melihat sikapnya. Bahkan, ketika dia marah dan mulai menghakimi, kita bisa meragukan ketulusannya dalam menerapkan pola ilahi di kantornya itu.

Lalu, bagaimana ketika seorang Kristen menghadapi pertentangan? Bunda Teresa memiliki nasihat jitu: ”Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih ; tetapi bagaimanapun, berbaik hatilah. Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; tetapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah ... Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu sebaik-baik yang dapat engkau lakukan. Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu, bukan urusan antara engkau dan mereka.” Dengan kata lain, tetaplah mengasihi... tulus, tanpa pamrih.

Itulah sikap hidup insan merdeka—yang telah dimerdekakan oleh Kristus—di bumi merdeka.

Editor : Yoel M Indrasmoro

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home