Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 15:06 WIB | Senin, 30 November 2015

PNS Tidak Netral pada Pilkada Serentak Dikenai Sanksi Pecat

PNS Tidak Netral pada Pilkada Serentak Dikenai Sanksi Pecat
Calon wali kota Tangerang Selatan, Arsid (kiri) bernyanyi bersama penyanyi, Krisdayanti, (kedua kiri), Iis Dahlia, (kedua dari kanan) dan Lucky Resha (ketiga dari kanan) di hadapan ribuan pendukungnya pada kampanye terbuka di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/11). Pasangan calon nomor urut 2 Arsid-Elvier didukung oleh PDI Perjuangan dan Partai Hanura yang akan bertarung melawan dua pasangan calon lainnya pada pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
PNS Tidak Netral pada Pilkada Serentak Dikenai Sanksi Pecat
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah nomor urut satu, Sugianto Sabran - Habib H Said Ismail, nomor urut dua, Willy M Yoseph - M Wahyudi K Anwar, mengikuti debat terbuka tahap dua di Aula Kerucut Polda Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (28/11). Sebelumnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng nomor urut tiga, Ujang Iskandar, dan Jawawi, dibatalkan oleh KPU Pusat. Debat yang diselenggarakan KPU Provinsi Kalimantan Tengah tersebut merupakan rangkaian dari tahapan pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. ANTARA FOTO/Ronny NT
PNS Tidak Netral pada Pilkada Serentak Dikenai Sanksi Pecat
Suasana debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Demak di aula kantor DPRD Demak , Jawa Tengah, Sabtu (28/11). Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yaitu nomor urut satu, M Natsir dan Joko Susanto, nomor urut dua, Dachirin Said, dan Edi Sayudi, Nomor urut tiga, Harwanto dan Maskuri, saling beradu visi misi untuk memenangkan Pilkada yang digelar serentak 9 Desember 2015 mendatang. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
PNS Tidak Netral pada Pilkada Serentak Dikenai Sanksi Pecat
Pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Surabaya nomor urut satu, Rasiyo-Lucy (kiri) adu argumentasi dengan pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Surabaya nomor urut dua, Risma-Whisnu, saat Debat Pilkada 2015 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/11) malam. Debat yang menarik ratusan pendukung calon Walikota/wakil Walikota Surabaya tersebut merupakan debat terakhir Pilkada 2015. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

SURABAYA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, sudah menyiapkan surat pemecatan jika terbukti ada pegawai negeri sipil (PNS) tidak bersikap netral dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak nanti.

“Jika terbukti bersalah, maka sanksinya sudah bukan teguran atau administrasi saja, tapi pemberhentian dengan tidak hormat,” katanya saat berada di Surabaya, Jawa Timur, hari Minggu (29/11). Menurutnya, netralitas PNS dalam Pilkada merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar. Sebagai abdi negara, tidak boleh berpihak pada satu kepentingan politik tertentu.

Sebagai wujud ketidakberpihakan, pihaknya tidak hanya akan memproses aduan terkait PNS tidak netral, tetapi akan menindaklanjuti jika ada temuan dari berbagai bentuk dengan menerjunkan tim investigasi. “Seandainya ada di sosial media bahwa ada PNS tak netral, maka pasti kami akan tindak lanjuti kebenaran tersebut, jadi kami tidak hanya menunggu laporan masuk," kata dia.

Penyelenggaraan Pilkada serentak yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015 nanti rentan terhadap munculnya oknum PNS yang terlibat tidak netral mengingat jumlah anggotanya mencapai 4,517 juta orang di Indonesia. “Kalau harus netral 100 persen sepertinya akan sulit, karena jumlah PNS  di Indonesia sangat banyak.

Jelang Pilkada sejumlah pasangan calon baik Gubernur, Bupati dan Wali Kota saat ini mulai muncul di berbagai ajang publik. Salah satunya pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah nomor urut satu, Sugianto Sabran dan Said Ismail serta nomor urut dua, Willy M Yoseph dan M. Wahyudi. Mereka mengikuti acara debat terbuka yang digelar di Aula Kerucut Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Palangka Raya, hari Sabtu (28/11). Sementara di Demak, Jawa Tengah, kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Demak juga menggelar debat terbuka yang diikuti tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Aula kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Pasangan calon nomor urut satu, M. Natsir, dan Joko Susanto, nomor urut dua, Dachirin Said, dan  Edi Sayudi, serta nomor urut tiga, Harwanto, dan Maskuri, saling beradu visi dan misi untuk memenangkan Pilkada serentak nanti.

Selain acara debat terbuka calon kepala daerah, kegiatan kampanye juga digelar oleh calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Arsid yang mengundang sejumlah artis ibu kota dengan menggelar panggung hiburan musik di Ciputat, Tangeran Selatan, hari Sabtu (28/11).  Pasangan calon Wali Kota nomor urut dua, Arsid dan Elvier, akan bertarung  melawan dua pasangan calon lainnya dalam Pilkada serentak bulan Desember nanti. (Ant)

Editor : Eben E. Siadari

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home