Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 19:25 WIB | Sabtu, 28 Februari 2015

Realisasi Investasi Papua Ditargetkan Rp 265 Triliun 2015-2019

Pekerja memeriksa proses pengolahan biji tambang PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Mimika, Papua, Sabtu (14/2). Produksi tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia 80 ribu ton per hari dalam bentuk batu yang sudah di pecah. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Badan Koordinasi Penanaman Modal menargetkan realisasi investasi di Papua dan Papua Barat mencapai Rp265 triliun dalam lima tahun ke depan (2015-2019).

Kepala BKPM Franky Sibarani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/2), mengatakan target tersebut naik cukup drastis dibandingkan dengan realisasi investasi pada 2010-2014 sebesar Rp67 triliun.

"Saya optimistis dengan pencapaian target tersebut karena rencana investasi di Papua dan Papua Barat cukup tinggi," katanya.

Dalam catatan BKPM, sepanjang 2010-2014 baru 40 persen rencana investasi senilai Rp165,8 triliun yang terealisasi.

Artinya, masih terdapat sekitar Rp98,8 triliun rencana investasi yang belum terealisasi karena berbagai hambatan.

"Kami akan melakukan fasilitasi untuk eksekusi rencana investasi tersebut. Juga berbagai minat investasi baru dan perluasan yang sudah masuk ke BKPM," katanya.

Franky mengatakan, target tersebut ditetapkan untuk mendukung capaian pembangunan Papua yang telah ditetapkan pemerintah dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Dalam RPJMN 2015-2019 pemerintah menetapkan sasaran pembangunan Provinsi Papua, antara lain peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi 14,1 persen pada 2015 dan 17,7 persen pada 2019; penurunan tingkat kemiskinan menjadi 30,9 persen pada 2015 dan 21,5 persen pada 2019; serta penurunan tingkat pengangguran menjadi 3,4 persen pada 2015 dan 2,8 persen pada 2019.

Sedangkan untuk Provinsi Papua Barat, sasaran pembangunan yang telah ditetapkan antara lain peningkatan pertumbuhan ekonomi 7,9 persen pada 2015 dan 16,9 persen pada 2019; penurunan tingkat kemiskinan menjadi 25,6 persen pada 2015 dan 17,4 persen pada 2019; serta penurunan tingkat pengangguran 5,1 persen pada 2015 dan 4,1 persen pada 2019.

"BKPM telah melakukan penghitungan bahwa untuk mencapai sasaran pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMN, investasi di Papua harus ditingkatkan hingga mencapai 7,4 persen dari target nasional Rp3.500 triliun (2015-2019)," katanya.

Franky menambahkan, pada 2015 realisasi investasi di dua provinsi paling timur Indonesia itu ditargetkan sebesar Rp33,2 triliun," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Franky, pihaknya akan melakukan berbagai aktivitas dalam menarik minat investasi, salah satunya menggelar acara promosi investasi Papua dan Papua Barat Juni mendatang.

BKPM juga sudah membentuk tim yang secara khusus mendampingi setiap investor yang akan masuk ke Papua dan Papua Barat, serta mendorong kemudahan layanan perizinan investasi melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) provinsi dan kabupaten/kota yang ada di sana.

"Kami akan bekerja erat dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat serta pemerintah kabupaten/kota yang ada, untuk mengatasi hambatan investasi. Setidaknya, kami akan mendorong realisasi empat kawasan ekonomi di Papua dan Papua Barat, yaitu Merauke, Sorong, Teluk Bintuni dan Raja Ampat," ujarnya.

Franky menuturkan empat kawasan tersebut memiliki potensi sektor khusus untuk dikembangkan.

Kawasan ekonomi Merauke dapat dikembangkan untuk investasi sektor pertanian dan industri pengolahannya, kawasan ekonomi Sorong untuk industri maritim dan pengolahannya, kawasan ekonomi Teluk Bintuni untuk industri pemurnian (smelter) dan petrokimia, serta kawasan ekonomi Raja Ampat untuk sektor pariwisata. (Ant)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home