Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 22:31 WIB | Minggu, 13 Oktober 2013

Selamat Merayakan Idul Adha!

foto: www.keajaibandunia.net

SATUHARAPAN.COM – Hari ini umat Muslim merayakan Idul Adha, yang di Indonesia dikenal juga sebagai Hari Raya Haji. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang telah bersedia mengurbankan putranya Ismail, akhirnya menyembelih domba karena Allah telah melihat bukti kepercayaan—sekaligus ketaatan—Ibrahim kepada Allah.

Memang ada perbedaan kisah dengan umat Yahudi, juga Kristen, yang mempercayai bahwa bukan Ismail, tetapi Ishaklah yang semula hendak dikurbankan. Namun, di tengah perbedaan itu ada kesamaan yang sangat mencolok: baik Ismail maupun Ishak sama-sama tidak ada yang disembelih. Domba jantanlah yang menjadi penggantinya. Dan Allahlah yang menyediakan persembahan bagi diri-Nya sendiri.

Lalu, apa makna Idul Adha bagi kita di Indonesia sekarang ini? Idul Adha mengingatkan bahwa setiap manusia sesungguhnya adalah abdullah ’hamba Allah’. Sebagai hamba Allah manusia harus hidup seturut kehendak Allah. Taat total—pasrah bongkokan—kepada Allah. Hidup semau-maunya—dan bagi kepentingan diri sendiri—sejatinya hanyalah pengingkaran dari keabdullahan itu.

Merayakan Idul Adha berarti menyatakan bahwa manusia siap berperan sebagai hamba Allah, yang dinyatakan dengan mengurbankan sesuatu kepada Allah. Tentu dalam tindakan mempersembahkan itu selayaknya jauh dari kesombongan diri—atau sekadar jaim ’jaga image’—karena Allahlah yang menyediakan semuanya itu. Pada kenyataannya memang demikian: segala sesuatu—juga diri kita—adalah milik Allah.

Jika memang demikian, maka persembahan diri kepada Allah merupakan keniscayaan. Dan sebagaimana hewan kurban harus tak bercacat, maka diri kita pun mesti tak bercacat. Kalau sudah begini, Indonesia yang semakin baik tinggal menunggu hari saja.

Semoga!

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home