Google+
Loading...
MEDIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 19:51 WIB | Selasa, 20 Juni 2017

Singapura Larang 9 Buku Karya Ulama Radikal

Screenshoot video Rasul Dahri dari youtube.

SINGAPURA, SATUHARAPAN.COM - Sembilan buku/publikasi karya ulama radikal Singapura, Rasul Dahri, dinyatakan terlarang berdasarkan UU Publikasi yang Tidak Diinginkan. Pelarangan itu diumumkan oleh  Kementerian Komunikasi dan Informatika (MCI) Singapura hari ini (20/06).

Publikasi tersebut berisi "pandangan religius ekstremis" yang mencakup penghinaan terhadap kelompok agama lain, kata MCI, dikutip dari Channel News Asia. Ditambahkan bahwa dalam beberapa terbitannya, Rasul Dahri menolak gagasan tentang negara sekuler dan meminta umat Islam untuk mendirikan sebuah negara Islam.

Larangan terhadap sembilan publikasi tersebut mulai berlaku pada tanggal 21 Juni atau besok. Menyimpan atau mendistribusikannya menjadi pelanggaran hukum di Singapura mulai hari itu. Mereka yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dipenjara, didenda atau keduanya.

Anggota masyarakat yang memiliki publikasi tersebut, harus menyerahkannya ke polisi, kata MCI dalam sebuah rilis media.

Ditambahkan: "Pemerintah Singapura tidak memiliki toleransi terhadap individu atau publikasi yang bertujuan untuk mempromosikan permusuhan atau kekerasan di antara kelompok agama yang berbeda."

Rasul Dahri dikenal sebagai pengkhotbah yang mempertahankan posisi "eksklusivisme, garis keras dan ekstrem dalam Islam," Dewan Agama Islam Singapura (MUIS)  mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah.

Pernyataan itu melanjutkan, bahwa Dahri telah membuat pernyataan baik dalam video maupun publikasi yang mempromosikan permusuhan, perselisihan dan potensi kekerasan tidak hanya terhadap umat Islam tetapi juga komunitas religius dan negara lainnya.

Dia dipenjara di Johor tahun lalu karena mengajarkan Islam tanpa akreditasi.

Rasul Dahri, melalui ajaran radikalnya, "mengkhianati nilai-nilai yang Singapura anggap sangat dekat dengan kita sebagai masyarakat mutli-kultural dan multi-rasial," kata Menteri Komunikasi dan Informasi Yaacob Ibrahim.

"Kami tidak akan membiarkan ajaran radikal dan ideologi ekstremisnya mengakar di Singapura."

Dr Yaacob, yang juga Menteri Urusan Muslim, mencatat bahwa kasus baru-baru ini tentang orang-orang Singapura yang meradikalisasi diri menunjukkan betapa seriusnya dampak ideologi ekstremis terhadap seseorang.

"Kami akan melakukan apapun yang kami bisa, dengan badan keamanan dan juga organisasi masyarakat seperti Islamic Religious Council of Singapore untuk melindungi masyarakat kita dari ekstremisme," katanya.

MUIS menekankan bahwa "ajaran bermasalah Rasul Dahri" sama sekali tidak mewakili pandangan umat Islam di Singapura, dan mengingatkan umat Islam untuk mencari pendidikan agama hanya dari guru yang terdaftar di bawah Asatizah Recognition Scheme.

"MUIS menyarankan umat Islam untuk menghindari ajaran semacam itu, yang sama sekali tidak cocok untuk masyarakat multi budaya Singapura dan dapat menyebabkan ekstremisme dalam pemikiran dan praktik keagamaan.

Sembilan publikasi yang dilarang itu adalah:

1. Setiap Bid'ah Menyesatkan
Penerbit: Perniagaan Jahabersa, Taman Kempas, Johor Bahru, 1997

2. Hukum Rokok & Mencukur Janggut
Penerbit: Perniagaan Jahabersa, Taman Kempas, Johor Bahru, 1997

3. Salah Faham Dr. Harun Din Dalam Persoalan: Bid'ah & Percanggahannya (Edisi Baru)
Penerbit: Perniagaan Jahabersa, Taman Kempas, Johor Bahru, 1998

4. Siri 1: Bahaya Tariqat Sufi / Tasawuf Terhadap Masyarakat
Penerbit: Perniagaan Jahabersa, Taman Kempas, Johor Bahru, 1998

5. Siri 2: Imam Syafie (Rahimahullah) Mengharamkan Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan
Penerbit: Perniagaan Jahabersa, Taman Kempas, Johor Bahru, 2001

6. Siri 5: Kebatilan dan Kemungkaran Berzanji & Perayaan Maulid Nabi (Sallallahu 'Alaihi Wa-Sallam)
Penerbit: Perniagaan Jahabersa, Taman Kempas, Johor Bahru, 2001

7. Siri 7: Amalan-amalan Bid'ah Pada Bulan Sya'ban
Penerbit: Perniagaan Jahabersa, Taman Kempas, Johor Bahru, 2002

8. Tauhid Hakimiyah & Khawarij: Punca Demonstrasi, Pemberontakan, Pecah-belah dan Pengkafiran
Penerbit: Syarikat Ummul Qura Enterprise, Majidi Baru, Johor Bahru, 2012

9. Demokrasi, Pilihanraya & Mengundi: Satu Kajian Menurut Al-Quran & As-Sunnah
Penerbit: Syarikat Ummul Qura Enterprise, Majidi Baru, Johor Bahru, 2013

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home