Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 11:06 WIB | Minggu, 06 September 2015

Staf Novanto: Isu Dukung Trump Pengalihan Isu Rupiah Melemah

Kandidat presiden Amerika Serikat 2016 dari Partai Republik, Donald Trump (kanan) dan Ketua DPR RI, Setya Novanto. Di belakang Setya Novanto tampak wajah Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (Foto: Dok. satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Staf Khusus Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bidang Komunikasi Politik, Nurul Arifin, berpendapat munculnya isu dukungan politik Ketua DPR RI, Setya Novanto, kepada kandidat presiden Amerika Serikat 2016 dari Partai Republik, Donald Trump, adalah pengalihan isu di tengah krisis ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia.

"Di saat rupiah melemah, harga-harga naik, pengangguran bertambah, isu ini diolah untuk alihkan isu substansial," kata Nurul dalam keterangan pers yang diterima satuharapan.com, Sabtu (5/9).

Menurut dia, kehadiran Novanto bersama Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dalam kampanye Donald Trump tersebut bukan merupakan bentuk dukungan politik. Melainkan, dalam rangka silahturahim dan memperkuat investasi Trump di Indonesia.

"Pertemuan dilakukan di lantai 26 Trump Plaza. Setelah itu delegasi diajak turun ke lantai dasar serta melihat acara konferensi pers. Sebagai orang timur yang memiliki kesantunan, ajakan tersebut dipenuhi," ujar Nurul.

Lebih lanjut, politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan terkait kunjungan pemimpin DPR RI ke Negeri Paman Sam merupakan perjalanan dinas dalam rangka memenuhi undangan Inter Parliamentary Union Speakers Conference (Konferensi Ketua Parlemen Dunia) ke-4. Acara tersebut berlangsung dari 31 Agustus hingga 2 September 2015.

"Ketua DPR berbicara pada forum tersebut mengenai isu-isu demokrasi dan kesejahteraan," kata Nurul.

Dalam forum tersebut, ucap dia, Indonesia menyerukan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sustainable development goals (SDG) yang disambut baik oleh banyak negara peserta konferensi. Tak hanya itu, lanjut dia, Ketua DPR Setya Novanto juga melakukan pembicaraan bilateral dengan Ketua Parlemen negara Jepang, Republik Ceko, Jerman, Sudan, Kroasia, Finlandia, dan Iran.

"Ketua DPR RI berbicara sebagai panelis di perdebatan umum tentang fungsi pengawasan DPR," kata dia.

Nurul mengatakan, plesir Setya dan rombongan dilanjutkan ke Los Angeles untuk menghadiri forum asosiasi bisnis Indonesia Amerika. Setya menjadi pembicara dalam forum tersebut. Setelah ke Los Angeles, kata Nurul, rombongan bertolak ke Washington DC untuk menghadiri diskusi "The DPR's Enchange Rolr in Indonesia's Governance". Dalam diskusi tersebut, Setya kembali didapuk menjadi pembicara.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mempertanyakan kemunculan dua sosok pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Setya Novanto dan Fadli Zon, dalam acara kampanye kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Novanto sempat mengklaim rakyat Indonesia menyukai sosok Trump.

Dalam tayangan yang ada, kata Hikmahanto, Donald Trump sempat memperkenalkan Setya Novanto kepada massa pendukungnya. Dalam kesempatan itu, Trump bertanya kepada Setya Novanto, "Apakah rakyat Indonesia menyukai saya?" Lantas, Novanto pun menjawab, "Ya".

"Jawaban dan kehadiran Setya Novanto yang diperkenalkan sebagai Ketua DPR seolah memberi endorsement atas kampanye Trump. Tanpa disadari, Ketua DPR dari sebuah negara besar dengan jumlah Muslim terbesar dan demokratis telah dimanfaatkan oleh Donald Trump," kata Hikmahanto dalam keterangan pers yang diterima satuharapan.com, hari Jumat (4/9).

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home