Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 12:49 WIB | Senin, 07 September 2015

Fadli Zon: Pertemuan dengan Trump Dipelintir

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon (kanan) dan Donald Trumps (kiri). (Foto: Dok. satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Fadli Zon, curiga ada oknum yang ingin membuat pertemuan sejumlah pemimpin DPR RI dengan kandidat presiden Amerika Serikat 2016 dari Partai Republik, Donald Trump, menjadi polemik.

Menurut dia, kini pertemuan tersebut dibesar-besarkan, hingga seolah dibuat menjadi masalah. "Sekarang itu seolah-olah dipelintir, bahwa itu kampanye, padahal bukan. Kampanye calon presiden Amerika Serikat 2016 itu belum berlangsung," kata Fadli yang masih berada di Amerika Serikat, saat dihubungi sejumlah wartawan di Jakarta, Senin (7/9).

"Ada orang yang berusaha membesar-besarkan ini, padahal masalah yang besar adalah nilai rupiah yang semakin terpuruk, penggangguran banyak, harga sembako yang naik," politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menambahkan.

Fadli menjelaskan, pertemuan dengan Donald Trump berlangsung spontan. Sejumlah anggota dewan yang hadir antara lain Tantowi Yahya (Komisi I), Aziz Syamsuddin (Komisi III), Robert Kardinal (Komisi IV), Michael Wattimena (Komisi V), Satya Widya Yudha (Komisi VII), Roem Kono (Ketua BURT), diterima Donald Trump di Trump Plaza pada pukul 13.00 waktu setempat.

Setelah pertemuan berlangsung selama kurang lebih 30 menit, dia melanjutkan, Donald Trump mengajak pemimpin DPR RI untuk melihat konferensi pers yang akan dilakukan di lobi Trump Plaza. “Jadi pertemuan bukan berlangsung di hotel atau di lapangan, dalam konferensi per situ Trump memperkenalkan Ketua DPR RI,” ujar dia.

"Itu saja," kata Fadli menambahkan.

Menurut dia, penyebab pertemuan tersebut berlangsung semata-mata karena Donald Trump  kenal dengan Setya Novanto. Donald Trump juga memiliki investasi di Indonesia, seperti di Provinsi Bali dan di Kecamatan Cigombong, Lido, Kota Bogor.

"Jadi, saya kira ini orang yang gagal paham dan mau melakukan manuver-manuver tidak perlu dan akan berbalik ke mereka sendiri," tutur Fadli.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home