Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Tya Bilanhar 08:24 WIB | Kamis, 12 Oktober 2017

Terbelit Skandal, Uskup di NTT Mundur

RUTENG, SATUHARAPAN.COM - Uskup Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur, Mgr. Hubertus Leteng, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin pastoral di Keuskupan Ruteng. 

Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri uskup yang oleh koleganya sesama imam dituduh terlibat skandal perempuan dan memanfaatkan dana gereja untuk keperluan pribadi tanpa pertanggung-jawaban.

Siaran pers Keuskupan Ruteng mengkonfirmasi pengunduran diri tersebut sekaligus mengumumkan keuskupan Ruteng berada dibawah kepemimpinan Mgr Silvester San.

Siaran pers Keuskupan Ruteng yang telah dimuat oleh sejumlah media lokal berbunyi sebagai berikut:

Hari ini, 11 Oktober 2017, Bapa Suci, Paus Fransiskus sudah menerima pengunduran diri dari jabatan sebagai pemimpin pastoral di Keuskupan Ruteng, yang diajukan oleh Bapa Uskup, Mgr Hubertus Leteng.

Bapa Suci telah mengangkat Administrator Apostolik sede vacante et ad nutum Sanctae Sedis dari Keuskupan Ruteng, YM Mgr Silvester San, Uskup Denpasar, dan melimpahkan kepadanya semua kewenangan dan tugas-tugas, seperti kewenangan dan tugas dari seorang uskup pada subjek wilayah yang berada di bawah Kongregasi Propaganda Fide.

Pengumuman ini disampaikan pada pukul 18.00 di Istana Keuskupan Ruteng, bersamaan dengan siaran pers di Vatikan, oleh Rm. Fabio Salerno, Pelaksana Tugas ad interim dari Nunciatura Apostolik di Indonesia, dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Mgr Hubertus Leteng, Mgr Silvester San, Rm. Vikjen, Dewan Kuria, Dewan Konsultores, Dewan Imam, dan Rm Siprianus Hormat, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia.

Sesudah membaca dekrit pengangkatan Mgr Silvester San, Rm Fabio Salerno selaku wakil Tahta Suci, mengingatkan bahwa tugas-tugas dari Administrator Apostolik akan berakhir ketika Pontifice Romano sudah mengangkat uskup baru untuk Keuskupan Ruteng dan telah mengambil alih secara kanonik jabatan tersebut.

Wakil Tahta Suci telah mengajak imam-imam yang hadir untuk bekerja sama dengan Administrator Apostolik, menunjukkan kesediaan, rasa tanggung jawab, dan semangat persaudaraan imamat. Dia juga telah merekomendasikan mereka untuk mengembangkan persatuan, kerukunan, dan keharmonisan umat Allah, agar umat Allah dapat mengalami sukacita dan damai Tuhan.

Selanjutnya Rm Fabio Salerno meminta semua pihak untuk berdoa bagi Mgr Hubertus Leteng, yang telah menjalankan tugas selama tujuh tahun sebagai pelayan pastoral di Keuskupan Ruteng dan untuk Mgr Silvester San, sehingga beliau dapat menghasilkan buah berlimpah selama menjalankan tugas pelayanan di Keuskupan Ruteng. Rm Fabio Salerno juga berterima kasih kepada Mgr Silvester San atas kesediaannya menerima tugas yang sangat penting ini.

Wakil dari Tahta Suci mengakhiri pertemuan dan menyerahkan Keuskupan Ruteng kepada Bunda Allah, Santo Yosef, dan Santo Yohanes XXIII, yang pestanya diperingati pada hari ini.

Ruteng, 11 Oktober 2017

Selama berbulan-bulan skandal yang membelit Hubertus Leteng, 58, menghiasi pemberitaan di NTT. Imam yang sudah mengabdi selama 17 tahun tersebut, diberitakan terlibat skandal asmara dengan seorang perempuan dan memanfaatkan dana gereja tanpa dipertanggung-jawabkan. Semua tuduhan itu ia bantah.

Juni lalu, tidak kurang dari 69 imam dari keuskupan Ruteng, Flores menyatakan mengundurkan diri setelah menemukan penyelewengan yang dilakukan Leteng. 

Uskup Leteng dituduh telah diam-diam meminjam uang sekitar 94 ribu dolar dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan 30 ribu dolar lainnya dari keuskupannya sendiri tanpa memberikan laporan pertanggungjawaban kepada pengelola dana gereja.

Dalih yang dikemukakan untuk menangkis tuduhan itu adalah uskup menggunakan dana tersebut membiayai pendidikan seorang pemuda miskin yang sedang belajar menjadi pilot. Tetapi uskup tidak pernah memberikan rincian dana.

Setahun sebelumnya, 112 uskup menandatangani sebuah surat yang menyatakan ketidakpercayaan mereka terhadap sang uskup. Mereka bahkan menduga bahwa dana yang digunakan juga diberikan kepada seorang perempuan. 

Masalah ini telah lama dilaporkan ke Vatikan dan menjadi pemberitaan ramai bukan hanya di dalam negeri tetapi juga oleh media Katolik dan Kristen internasional seperti catholicherald.co.uk dan christiantoday.com.

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home