Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:19 WIB | Jumat, 03 Juli 2020

Terkait Aneksasi, Vatikan Panggil Dubes AS dan Israel

Menteri Luar Negeri Takhta Suci Vatikan, Kardinal Pietro Parolin. (Foto: dok. Reuters)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM-Vatikan, dalam langkah yang sangat tidak biasa, memanggil duta besar Amerika Serikat dan Israel untuk mengungkapkan keprihatinan Takhta Suci tentang langkah Israel untuk memperluas kedaulatannya ke permukiman Yahudi dan Lembah Jordan di Tepi Barat.

Sebuah pernyataan Vatikan pada hari Rabu (1/7) mengatakan pertemuan dengan Kardinal Pietro Parolin, Menteri Luar Negeri Vatikan, dan Duta Besar AS, Callista Gingrich, dan Duta Besar Israel, Oren David, berlangsung pada hari Selasa (30/6).

Satu sumber diplomatik senior mengatakan bahwa Parolin bertemu kedua utusan itu secara terpisah. Parolin, diplomat utama Vatikan, menyatakan "keprihatinan Tahta Suci mengenai kemungkinan tindakan sepihak yang selanjutnya dapat membahayakan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina, serta situasi sulit di Timur Tengah".

Para pemimpin Israel pada bulan Mei memutuskan bahwa musyawarah kabinet dan parlemen untuk memperluas kedaulatan Israel ke permukiman Yahudi dan Lembah Jordan di Tepi Barat, berkoordinasi dengan Washington, dapat dimulai pada 1 Juli.

Tetapi tanpa kesepakatan dengan Washington mengenai modalitas langkah itu di bawah proposal perdamaian yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, pada Januari. Pembicaraan dengan Gedung Putih masih berlangsung, dan tidak ada sidang kabinet yang dijadwalkan pada hari Rabu.

Pernyataan Vatikan itu menegaskan kembali posisinya dalam mendukung solusi dua negara, dengan mengatakan "Israel dan Negara Palestina memiliki hak untuk hidup dan hidup dalam perdamaian dan keamanan, dalam batas-batas yang diakui secara internasional."

Vatikan mengimbau warga Israel dan Palestina untuk melakukan segala hal yang mungkin untuk membuka kembali proses negosiasi langsung berdasarkan resolusi PBB.

Palestina mengupayakan Tepi Barat untuk negara masa depan mereka. Dalam unjuk rasa persatuan Palestina, sekitar 3.000 orang di Jalur Gaza, termasuk anggota partai arus utama, Fatah, dan kelompok saingan Hamas di Gaza, memprotes pencaplokan. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home