Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 07:50 WIB | Sabtu, 28 Desember 2019

Tricotado Rilis Album Perdana “Cakrawala”

Tricotado Rilis Album Perdana “Cakrawala”
Personil kelompok musik Tricotado. Dari kiri-kanan: Diandra Megi Hikmawan, Yabes Yuniawan, Yohanes Sapta Nugaraha, Yosafat Windrawanto (belakang). Cresensia Naibaho, Paulus Neo (depan). (Foto: official dok. Tricotado)
Tricotado Rilis Album Perdana “Cakrawala”
Tricotado saat tampil di panggung Blandar pada perhelatan Ngayogjazz 2019, Sabtu (16/11) malam. (Foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Setelah sempat merilis single berjudul “Candu Kenangan” pada awal tahun ini dilanjutkan dengan peluncuran single tersebut pada kanal musik digital diantaranya Spotify, JOOX, DEEZER, iTunes, kelompok musik yang beranggotakan kaum muda yang lahir dari persinggungan Komunitas Jazz Jogja (KJJ), Tricotado akhirnya meluncurkan album perdananya, Sabtu (16/11).

Peluncuran album perdana dalam bentuk cakram padat (CD) tersebut bersamaan dengan tampilnya Tricotado pada perhelatan Ngayogjazz 2019 di Dukuh Kwagon Desa Sidorejo, Godean-Sleman.

Kelompok yang digawangi Cresensia Naibaho (vokal), Paulus Neo (piano/keyboard), Yohanes Sapta Nugraha (gitar), Diandra Megi Hikmawan (kendang Sunda), Yabes Yuniawan (bass), Yosafat Windrawanto (drum) meluncurkan album bertajuk “Cakrwala”.

“Dengan mengangkat tema “Cakrawala, ini menjadi penanda Tricotado menuju tempat tak terbatas,” jelas manajer Tricotado Deasy Maria kepada satuharapan.com, Jumat (27/12).

Terdapat tujuh lagu diantaranya ‘Cakrawala’ dan ‘Bulan Sabit’. “Cakrawala” yang sering dibawakan dalam setiap penampilan panggung seperti menjadi ikon karena merupakan karya pertama sejak terbentuknya Tricotado yang mengangkat lirik mengenai romantisme alam. Berbeda dengan “Bulan Sabit’ dan “Lencana Pagi”. Meski kedua lagu tersebut memiliki judul dengan unsur alam tetapi cerita dalam lagu yang dituangkan lewat lirik kedua lagu tersebut justru menceritakan tentang seseorang. “Bulan Sabit” bercerita tentang kepribadian orang sementara “Lencana Pagi” menceritakan proses kelahiran diiringi harapan dan doa.

“Rekamannya cukup singkat sekitar 4-5 bulan saja. Namun mengingat kesibukan masing-masing personil ditambah kendala mixing/mastering dan lain hal, harus menunggu sampai satu setengah tahun,” vokalis Tricotado Cresen mengisahkan proses pembuatan album perdana.

Album perdana ini bagi personil Tricotado menjadi media belajar bagi tiap anggotanya. Drummer Yosa misalnya, merasa album ini sebagai media belajar berkomposisi sekaligus menyampaikan ide.

“Bisa dibilang album ini langkah awal yang sempat tertunda, jadi besok jangan tertunda lagi. Mungkin tidak punya impact yang besar secara pasar, tapi impact bagi masing-maisng personel,” tambah gitaris Tricotado Yohanes.

Album perdana Tricotado berjudul “Cakrawala” dalam bentuk cakram padat (CD) bisa didapatkan dengan menghubungi manajer Tricotado Deasy di nomor +6281807234479.

Informasi seputar aktivitas Tricotado bisa diakses pada akun instagram @Tricotado, twitter @Tricotado_, fans page facebook Tricotado.

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home