Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 23:10 WIB | Selasa, 14 Maret 2017

Turki: Kritik Uni Eropa terhadap Ankara Tidak Berarti

Kemal Kilicdaroglu, ketua Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi utama Turki, menjawab pertanyaan jurnalis AFP 10 Maret 2017 dalam wawancara di Ankara. Turki akan memutuskan pilihan untuk menentang perpanjangan kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam referendum April. (Foto: AFP)

ANKARA, SATUHARAPAN.COM - Turki pada Selasa (14/3) membalas kecaman Uni Eropa setelah blok tersebut mengkritik Ankara terkait pertikaian diplomatik dengan Belanda.

"Pernyataan cupet Uni Eropa tidak memiliki nilai untuk negara kami," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan. Brussel pada Senin meminta Turki menahan diri dari pernyataan yang berlebihan setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh Belanda bertindak seperti Nazi.

Ankara mengklaim daripada mencoba untuk menenangkan situasi, Uni Eropa (UE) "memberikan pujian kepada xenofobia dan sentimen anti-Turki" dengan memihak negara-negara yang melanggar perjanjian diplomatik dan hukum..

Pada Senin, Erdogan mengulangi komentarnya, sambil mengatakan apa yang terjadi di Eropa sebagai "Nazisme, kita dapat menyebutnya neo-Nazisme. Sebuah paham Nazisme baru."

Ketegangan antara Turki dan negara-negara anggota Uni Eropa meningkat setelah Jerman dan Belanda melarang beberapa acara ketika para politikus Turki ingin menggalang dukungan menjelang pemungutan suara referendum pada bulan depan. Belanda juga memulangkan keluarga seorang menteri Turki pada akhir pekan.

Pada 16 April, Turki akan memutuskan apakah akan menyetujui perubahan konstitusi yang memperluas kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan. (AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home