Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:40 WIB | Senin, 14 Mei 2018

WCC Kutuk Teror Bom Gereja Surabaya dan Seruan Akhiri Kekerasan

Ilustrasi. Warga menyalakan lilin saat aksi lilin kebersamaan Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). (Foto: Antaranews.com/Didik Suhartono)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-gereja Dunia (World Council of Churches/WCC) Pdt Dr Olav Fykse Tveit, mengutuk serangan bom bunuh diri di tiga gereja terpisah di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, pada Minggu (13/5).

Polisi Jawa Timur mengatakan, ledakan terpisah telah terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro dan Gereja Pantekosta GPPS di Jalan Arjuno. Jumlah korban tewas dari serangan dilaporkan meningkat menjadi 13 orang, sementara setidaknya 43 orang lainnya telah terluka.

Tveit mengucapkan turut belasungkawa sepenuh hati, kepada orang-orang yang kehilangan anggota keluarga dan teman-teman.

"Sangat mengejutkan, serangan ini diarahkan terhadap orang-orang yang berkumpul untuk beribadah, dan serangan ini muncul di tengah-tengah kekerasan dan penganiayaan yang terus berlangsung," kata Tveit.

Tveit menambahkan, "Dalam menghadapi kebrutalan ini, seluruh umat yang beriman dan berkehendak baik, harus bersatu dan bertekad untuk saling peduli, melindungi, dan untuk mencegah kekerasan."

WCC menyerukan kepada presiden Indonesia Joko Widodo dan kepada seluruh pemimpin agama dan pemimpin daerah, agar bertindak cepat dan berani melindungi hak-hak fundamental dari jemaat semua agama untuk beribadah, untuk memastikan keamanan bagi seluruh umat. Karena tempat ibadah yang mewakili banyak tradisi agama yang berbeda, kini telah menjadi sasaran kekerasan para ekstremis."

Tveit mengatakan, "Tindakan pemerintah harus menjunjung tinggi solidaritas di antara umat Kristen, Muslim, dan umat semua agama, dan bersama-sama mengutuk semua bentuk kekerasan."

Tveit menyerukan untuk berdoa bersama, dan mendesak persekutuan WCC dan yang organisasi lain di seluruh dunia, untuk tetap teguh mendukung perdamaian dan keadilan bagi umat Kristen dan semua umat beragama lainnya  yang dianiaya.

"Melalui doa, aksi, dan persatuan, kita dapat membawa kekuatan cinta yang kuat di tengah teror dan kekerasan," katanya. (oikoumene.org)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home