Google+
Loading...
HAM
Penulis: Melki Pangaribuan 13:03 WIB | Kamis, 14 Februari 2019

Yohana Banggakan Perempuan Indonesia Semakin Maju

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise bersama delegasi Indonesia pada Pertemuan Persiapan Regional Asia Pasifik untuk Sidang Komisi Status Perempuan (CSW) ke-63 yang diadakan di Bangkok, Thailand, Rabu (13/2/2019). (Antara/Publikasi KPPPA)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan Indonesia mengalami pertumbuhan cukup baik dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, di depan perwakilan negara-negara Asia Pasifik yang mengadakan pertemuan di Bangkok, Thailand.

"Hal itu tampak pada kemajuan di bidang strategis yang turut mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Pembangunan Gender," kata Yohana melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (14/2).

Yohana mengatakan persentase perempuan sebagai pegawai negeri di Indonesia meningkat menjadi 49,31 persen. Itu artinya, angka partisipasi kerja perempuan meningkat.

Selain itu, dalam kurun waktu 10 tahun, angka harapan hidup dan angka harapan lama sekolah perempuan juga mengalami peningkatan.

"Capaian tersebut merupakan buah dari upaya pemerintah Indonesia dalam menerapkan Strategi Pengarusutamaan Gender yang diperkuat melalui berbagai kebijakan teknis di semua sektor pembangunan," tuturnya.

Selain menyampaikan prestasi, Yohana juga memaparkan hambatan dan tantangan yang masih dihadapi Indonesia dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan perempuan, sebagaimana juga terjadi di negara-negara lain.

"Pemahaman para pemangku kepentingan tentang pengarusutamaan gender semata-mata hanya untuk memberdayakan perempuan sehingga seringkali tidak menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan dan program," katanya.

Padahal, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan akses dan berpartisipasi dalam setiap proses pembangunan, didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan menerima manfaat.

"Faktor budaya dalam komunitas dan kesadaran sosial masyarakat belum sepenuhnya mendorong perempuan menduduki posisi strategis di sektor publik," katanya.

Yohana menghadiri Pertemuan Persiapan Regional Asia Pasifik untuk Sidang Komisi Status Perempuan (CSW) ke-63 yang diadakan di Bangkok. CSW ke-63 akan diadakan pada 11-22 Maret 2019 di New York, Amerika Serikat. (ANTARA News

 

Back to Home