Loading...
EKONOMI
Penulis: Kris Hidayat 15:26 WIB | Jumat, 22 November 2013

AB2TI: Dukung Petani dan Benih Lokal, untuk Kita, untuk Indonesia

Dwi Andreas, Ketua Umum AB2TI, tengah memandu dialog petani bersama Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Kasih Anggoro, MS dan Staf Ahli Presiden Bidang Pangan Dr. Hariyanto.

BOGOR, SATUHARAPAN.COM - Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI), menggagas acara "Ruwatan Benih" sebagai bentuk penghargaan kepada petani dan sekaligus upaya penggalangan dukungan publik akan pentingnya benih bagi petani. Rangkaian kegiatan temu petani benih, workshop, kunjungan lapang, dialog dan Ruwatan Benih ini diadakan di Bogor, pada tanggal 20-22 Nopember 2013.  Dwi Andreas Santosa, Ketua Umum AB2TI mengatakan, "Benih dan petani, adalah senyawa tak terpisahkan, tak ada petani tanpa benih, pun demikian tak akan ada benih lestari tanpa campur tangan petani sendiri. Para petanilah yang harus menjaga keberadaan benih melalui sistem sosial budayanya."

Sebanyak 187 petani perwakilan 42 Kabupaten berkumpul dalam pertemuan tahunan AB2TI, yang berangkat dari kesadaran yang sama akan pentingnya benih bagi petani, dan dukungan berbagai pihak yang diperlukan. Sebuah workshop dan kunjungan dilaksanakan bekerja sama dengan IPB Bogor, selain digelar dialog kebijakan perbenihan bersama dengan Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Kasih Anggoro, MS dan Staf Khusus Presiden Bidang Pangan, Dr. Hariyanto. Sebelum acara dialog ini dilaksanakan, tampak keduanya menyaksikan acara "Ruwat Benih" yang dilaksanakan di petak sawah di areal kantor AB2TI, tempat kegiatan ini berlangsung.

Sejak ribuan tahun, petani mengelola benih dengan kearifannya. Setidaknya sejak tahun 1960-an petani telah mengembangkan 1,9 juta jenis atau varitas tanaman. Untuk tanaman pangan, petani telah memuliakan 5000 tanaman pangan dan menjadi penyumbang terbesar pada bank benih dunia.

Dwi Andreas Santosa menambahkan bahwa dengan keragaman benih itulah maka muncul keragaman pangan. "Di Indonesia masih banyak dijumpai pangan yang beraneka ragam di tiap daerah di seluruh Nusantara. Hal ini mungkin terjadi karena adanya keragaman bahan pangan yang didukung keragaman benih yang dikelola petani. Keanekaragaman pangan sangat penting bagi negara berkembang seperti Indonesia," demikian kata Dwi Andreas.

Namun sayang situasi ini mendapat ancaman dari sistem pangan global yang berkembang akhir-akhir ini, yang justru terjadi proses simplifikasi dan reduksi. Pangan-pangan yang menguntungkan yang dipelihara dan diolah menjadi pangan, hal ini secara perlahan akan membuat jenis pangan semakin terbatas dan terpusat pada industri.

Menurut catatan ETC Group, sebuah lembaga Internasional yang memonitor teknologi dan diversity, hingga tahun 2009, industri benih hanya mengelola dan meniagakan benih tanaman pangan sebanyak 150 jenis saja. namun demikian kuasa atas pasarnya cukup tinggi. Saat ini industri telah menguasai sekurangnya 90% pasar benih dunia, sementara di Indonesia, industri benih telah menguasai lebih dari 60%.

Peran penting pengelolaan benih oleh petani, tidak hanya mendapat ancaman dari penguasaan dan peredaran benih industri, namun juga ancaman atas lemahnya perlindungan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat publik.  "Hingga saat ini, kebijakan yang ada hanya menyisakan ruang yang kian sempit bagi tumbuhnya inisiatif keragaman benih dan pangan", demikian ujar Said Abdullah, Sekjen AB2TI.

Hingga saat ini, petani pemulia dan penangkar benih masih dipandang sebelah mata. Petani dianggap tidak mampu memproduksi, menjaga dan melestarikan benih secara baik. Mbah Gatot Surono, seorang petani pemulia benih dari Purbalingga mengatakan, pemerintah sepertinya setengah hati memberikan dukungan pada petani. "Pemerintah seharusnya mendukung upaya kami, bukan melemahkan dengan memberikan program bantuan benih yang mutunya tak terjamin dan bukan dari petani yang sudah cocok di wilayah setempat," demikian kata Mbah Gatot.

Menurut catatan AB2TI, dari data koleksi di Bank Benih AB2TI, petani memiliki kemampuan yang luar biasa. Hingga tahun 2013, AB2TI talah berhasil mencatat sebanyak 125 jenis benih padi dan labih dari 10 jenis benih jagung unggul yang dimiliki dan dikelola di tingkat petani.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home