Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 17:12 WIB | Minggu, 22 Maret 2015

Aksi "Cinta Rembang" Tolak Tambang Karst

Aksi "Cinta Rembang" Tolak Tambang Karst
Salah satu pegiat lingkungan saat menggelar aksi dengan membawa atribut poster yang bertuliskan tentang penolakan pendirian tambang pabrik semen di pegunungan Karst Kendeng Kabupaten Rembang di sekitar bundaran Tugu Selamat Datang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (22/3). Dalam aksinya para pegiat lingkungan menggelar teaterikal dan tanda tangan petisi sebagai bentuk dukungan menolak berdirinya tambang tersebut. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Aksi "Cinta Rembang" Tolak Tambang Karst
Salah satu pegiat lingkungan saat menggelar aksi teaterikal yang menggambarkan sosok petani yang kecewa akan dibangunnya tambang pabrik semen di Rembang.
Aksi "Cinta Rembang" Tolak Tambang Karst
Seorang peserta aksi saat memainkan teaterikal yang menggambarkan tentang dampak bagi lingkungan jika pembangunan tambang pabrik semen dilakukan di Rembang, Jawa Tengah.
Aksi "Cinta Rembang" Tolak Tambang Karst
Para warga Jakarta yang beraktifitas dalam Car Free Day (CFD) tampak antusias memberi dukungannya melalui tanda tangan di baliho yang menolak pendirian tambang pabrik semen di Rembang.
Aksi "Cinta Rembang" Tolak Tambang Karst
Aksi teaterikal yang digelar oleh para pegiat lingkungan menceritakan tentang nasib para petani terkait dengan rencana pembangunan tambang pabrik semen di Rembang di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Puluhan pemuda menggelar aksi “Cinta Rembang“ terkait akan dibangunnya pabrik semen di Rembang Jawa Tengah. Aksi penolakan pembukaan kawasan karst di Rembang untuk pabrik semen dilakukan oleh para pegiat lingkungan karena dinilai akan merusak lingkungan dan sumber air.

Berbagai atribut berupa spanduk dan poster bertuliskan menolak pendirian pabrik semen dan tambang di Rembang dibawa mengelilingi bundaran Tugu Selamat Datang Jakarta, Minggu (22/3). Tidak hanya itu, aksi teaterikal pun digelar yang menceritakan penolakan dan kerusakan lingkungan.

Antusias warga lain pun ikut mengalir saat mereka beraktifitas di Car Free Day (CFD) dengan memberi tanda tangan sebagai bentuk dukungan menolak berdirinya tambang dan pabrik semen di Rembang.

Pembukaan lahan tambang di pegunungan Karst Kendeng Kabupaten Rembang untuk bahan baku pabrik semen sebelumnya sudah marak diberitakan. Masyarakat yang pro dan kontra pun terus bermunculan.

Sebelumnya pada Kamis, (19/3) lalu dua dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang yang digelar Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang diajukan oleh PT Semen Indonesia terkait gugatan perizinan.

Sejumlah masyarakat Rembang merasa kecewa lantaran dua dosen bernama Heru Hendrayana dari Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik dan Eko Haryono Ketua Program Studi Geografi dan Ilmu Lingkungan Fakultas Geografi telah memberikan keterangan yang diduga tidak netral dan cenderung mendukung pendirian pabrik tersebut.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home