Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 21:31 WIB | Minggu, 20 November 2016

APEC: Indonesia Usulkan Kerja Sama ASEAN-Pasific Alliance

APEC: Indonesia Usulkan Kerja Sama ASEAN-Pasific Alliance
Seorang tentara Peru menjaga Bandara Internasional Jorge Chavez di Lima pada 18 November 2016. Selama acara Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit berlangsung, penjagaan diperketat dikarenakan banyak para pemimpin dunia datang ke Peru. AFP PHOTO/LUKA GONZALESPHOTO
APEC: Indonesia Usulkan Kerja Sama ASEAN-Pasific Alliance
Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba di sebuah hotel untuk menghadiri sebuah pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT APEC di Lima pada 19 November 2016. LUKA GONZALES/AFP
APEC: Indonesia Usulkan Kerja Sama ASEAN-Pasific Alliance
Presiden AS Barack Obama menyampaikan pernyataan sebelum pertemuan para Pemimpin Kerja Sama Trans-Pasifik saat KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Lima Convention Center pada 19 November 2016 di Lima, Peru. Brendan Smialowski/AFP
APEC: Indonesia Usulkan Kerja Sama ASEAN-Pasific Alliance
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong hadir dalam pertemuan dengan para Pemimpin Kerja Sama Trans-Pasifik dalam KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Lima Convention Center pada 19 November 2016 di Lima, Peru. Brendan Smialowski/AFP
APEC: Indonesia Usulkan Kerja Sama ASEAN-Pasific Alliance
Presiden Vietnam Tran Dai Quang menghadiri KTT APEC dalam forum CEO di Lima pada 19 November 2016. Rodrigo Buendia/AFP

LIMA, SATUHARAPAN.COM - Indonesia mengusulkan kerja sama ASEAN dan "Pacific Alliance" sebagai alternatif dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang digagas sejumlah negara di Asia dan Pasifik.

"Kalau TPP tidak jadi, kenapa ASEAN dan Pacific Alliance tidak bangun hubungan. Itu kan lebih baik daripada TPP," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, di sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Lima, Peru, hari Sabtu waktu setempat atau hari Minggu (20/11) waktu Indonesia.

Pacific Alliance beranggotakan Meksiko, Peru, Chile, dan Kolombia. Dari empat negara tersebut hanya Kolombia yang bukan anggota APEC. Sedangkan Indonesia tidak termasuk anggota TPP yang digagas sejumlah negara di Asia-Pasifik.

Namun TPP yang digagas sejak tahun 2013 mulai ragu terhadap Amerika Serikat, apakah masih mempertahankan keanggotaannya atau tidak setelah pergantian kepemimpinan dari Barack Obama kepada Donald Trump.

"Hadapi pergantian kepemimpinan di AS nanti, semua negara bersiap. Tapi sebagian besar negara percaya AS tidak berubah," kata Kalla yang memelesetkan TPP menjadi "Trump Pacific Punishment" itu pula.

Pada forum KTT APEC, Kalla mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pleno APEC Business Advisory Council (ABAC).

Sebelum diplenokan, Indonesia bersama dengan China, Selandia Baru, dan Brunei Darussalam mendapatkan tanggung jawab untuk merumuskan program penguatan usaha kecil, mikro, dan menengah.

Dalam forum APEC, Indonesia juga mengusulkan perdagangan pengembangan produk, seperti kelapa sawit, rotan, kopi, dan karet diperlakukan sana dengan produk lain, yakni dibebaskan dari bea masuk.

"Demikian pula kalau produk petani tidak boleh dihargai rendah agar tidak muncul kemiskinan baru," ujar Wapres, didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home