Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:57 WIB | Senin, 23 Maret 2020

Arab Saudi Berlakukan Jam Malam Selama 21 Hari

Orang-orang berjalan di dekat sebuah spanduk dengan instruksi tentang kebersihan pribadi, setelah penyebaran virus corona, di sebuah jalan di Riyadh, Arab Saudi. (Foto: dok Reuters)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM-Raja Salman dari Arab Saudi pada hari Minggu (22/3) mengeluarkan perintah memberlakukan jam malam di seluruh Arab Saudi mulai hari Senin (23/3) malam untuk mengendalikan penyebaran penyakit COVID-19.

Sebuah pernyataan pengadilan yang dikutip Saudi Press Agency (SPA) mengatakan jam malam akan dimulai pukul 07.00 malam hingga pukul 06.00 pagi setiap hari selama 21 hari sejak malam sejak Senin, 23 Maret 2020.

Perintah Raja Salman menindaklanjuti pengumuman oleh Kementerian Kesehatan tentang 119 kasus virus corona baru di negara itu pada hari Minggu (22/3), meningkatkan jumlah menjadi 511 kasus.

Perintah meminta warga tinggal di rumah mereka selama jam malam untuk keselamatan mereka sendiri. Yang dikecualikan dari jam malam adalah karyawan industri sektor publik dan swasta yang vital yang pekerjaannya membutuhkan kinerja yang berkelanjutan.

Yang juga dibebaskan adalah karyawan dari sektor keamanan, militer dan media, dan pekerja di sektor kesehatan dan layanan yang sensitif.

Pernyataan itu mengatakan Kementerian Dalam Negeri akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan jam malam, dan semua otoritas sipil dan militer diperintahkan untuk bekerja sama sepenuhnya, menurut laporan Arab News.

Pandemi virus corona berasal dari kota Wuhan, China. Hingga hari Minggu (22/3), jumlah total kasus sejak Desember 2019 telah mencapai 324.291 orang, termasuk 14.396 otrang meninggal.

Jumlah korban pandemik tertinggi dunia terdapat di Italia yang mendekati 5.500 orang ketika negara Mediterania itu melaporkan 651 kematian baru, sehari setelah negara itu melampaui dalam jumlah kematian dari China.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home