Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 18:25 WIB | Jumat, 20 Maret 2020

Arab Saudi Tangguhkan Transportasi Domestik 14 Hari

Umat ​​Muslim mengenakan masker setelah sholat subuh di luar Masjidil Haram, di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi. (Foto: dok. Reuters)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM-Arab Saudi menangguhkan penerbangan domestik, kereta api, bus dan taksi selama 14 hari dalam upaya keras untuk menghentikan penyebaran vieus COVID-19, Badan Pers Saudi (SPA) melaporkan pada hari Jumat (20/3).

Mengutip arahan dari Kementerian Dalam Negeri, SPA mengatakan langkah baru akan mulai berlaku pada pukul 06.00 pagi waktu setempat pada hari Sabtu (21/3).

Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengkonfirmasi 274 kasus terinfeksi COVID-19 dan sejauh ini tidak ada kematian. Sementara itu, pandemi global telah membunuh hampir 10.000 orang dan menginfeksi lebih dari 240.000 orang.

Dikatakan bahwa hanya penerbangan yang terkait dengan kasus-kasus kemanusiaan dan yang diperlukan. Pesawat evakuasi medis dan penerbangan swasta akan diizinkan, dengan ketentuan bahwa mereka dilindungi oleh izin yang diperlukan yang dikeluarkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil.

Yang juga dibebaskan dari larangan perjalanan adalah bus milik lembaga pemerintah atau fasilitas kesehatan publik atau swasta, dan perusahaan komersial yang mengangkut karyawan mereka, atau yang digunakan untuk tujuan kesehatan, kemanusiaan, atau keamanan.

Operator bus dan taksi wajib mematuhi perintah penangguhan agar tidak mendapatkan hukuman, kata Kementerian Dalam Negeri.

Yang terkena dampak penangguhan layanan kereta api adalah jalur Riyadh-Dammam melalui Abqaiq dan Hofuf, jalur Riyadh-Jawf melalui Majmaa, Al-Qassim dan Hail, dan Haramain Express.

Yang diizinkan untuk terus beroperasi adalah kereta transportasi komersial, termasuk kereta barang antara Pelabuhan King Abdulaziz di Dammam dan Pelabuhan di Riyadh, serta kereta api penambangan milik Perusahaan Kereta Api Saudi "Saar".

Feri yang berlayar antara Jazan dan Pulau Farasan juga dapat terus beroperasi, tetapi jumlah penumpang akan dikurangi menjadi 100 orang per perjalanan, "dengan mempertimbangkan karyawan dan penduduk Pulau Farsan, dan tidak mengizinkan perjalanan untuk tujuan wisata."

Kapal kargo akan diizinkan untuk melanjutkan program mereka yang biasa, asalkan para kru melakukan semua tindakan pencegahan untuk membatasi penularan virus.

Termasuk dikecualikan adalah transportasi yang terkait dengan sektor-sektor vital seperti kesehatan, layanan dan komoditas dasar seperti makanan, energi, air dan komunikasi. Angkutan udara dan transfer keamanan yang diperlukan tidak akan terpengaruh oleh larangan sementara. (SPA/Arab News)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home