Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:39 WIB | Kamis, 16 Juli 2015

Arus Mudik H-2 Tol Cikampek Menuju Cipali Padat

Arus mudik tol Jakarta-Cikampek menuju Cipali padat. (Foto: Antaranews)

PURWAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Arus lalu lintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju arah gerbang Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali, cukup padat sepanjang H-2 lebaran, Rabu (15/7) siang hingga malam.

Panjangnya antrean kendaraan menuju gerbang Tol Cipali, sampai berbuntut ke jalan Tol Jakarta-Cikampek mengakibatkan arus lalu lintas di jalan tol tersebut padat merayap.

Untuk menghindari kepadatan kendaraan menuju gerbang Tol Cipali, cukup banyak pemudik yang berinisiatif keluar gerbang Tol Kalihurip dan gerbang Tol Cikopo.

Bahkan, ada pula pemudik yang keluar gerbang Tol Karawang Timur, untuk menghindari antrean panjang menuju gerbang Tol Cipali.

Pemudik, yang keluar gerbang Tol Karawang Timur kemudian menuju jalur Pantura, melintasi jalan arteri Karawang-Cikampek. Begitu juga pemudik yang keluar gerbang Tol Cikopo dan Dawuan, langsung menuju jalur Pantura melewati simpang Jomin.

"Macetnya panjang, kita sudah terjebak macet selama lebih dari satu jam di jalan tol. Jadi lebih baik tidak masuk Tol Cipali, dan keluar gerbang Tol Karawang Timur," kata Yamin, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi tujuan Magelang.

Ia mengaku, sebenarnya ingin merasakan jalan Tol Cipali yang baru dioperasikan. Tetapi karena kondisinya cukup padat, akhirnya ia memilih untuk tetap lewat jalur Pantura.

Sementara itu, akibat banyaknya kendaraan pemudik yang memilih jalur Pantura, jalur tersebut menjadi semakin padat. Ditambah lagi dengan masih banyaknya pemudik bermotor yang melintasi jalur Pantura.

H-2 dan H-3 lebaran itu sendiri, diperkirakan menjadi puncak arus mudik lebaran tahun ini. Sehingga terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan pada Selasa (14/7) hingga Rabu malam.

Warung Dadakan Penuhi Jalur Mudik

Sementara itu, warung dadakan yang menjual makanan seperti mi instan, gorengan, aneka minuman seperti kopi, teh kemasan, rokok serta obat-obatan memenuhi pinggir jalan jalur mudik.  Banyak pemudik motor yang menjadi pelanggan dari warung-warung yang terbuat dari kayu dan tenda itu.

"Warung-warung dadakan ini sudah ada dari seminggu yang lalu, kita akan terus berjualan sampai habis arus balik," kata salah satu pedagang dadakan Sri, di Karawang, Jawa Barat, Rabu,(15/7) malam.

Larso yang juga ikut menjadi pedagang dadakan mengatakan, pada saat ramai pendpatan mereka dalam sehari dapat mencapai Rp 2 juta.

"Lima hari terakhir ini bisa dapat Rp 2 juta per hari, biasanya kita hanya dapat Rp500 ribu per hari," kata dia.

Dia mengatakan, kebanyakan warung tersebut, didominasi oleh pemudik motor yang lelah, atau menunggu antrean di SPBU Karawang Timur.

"Malam ini paling ramai pengunjung dibandingkan malam-malam sebelumnya," katanya..

Selain warung dadakan yang menjual kebutuhan pangan, ada pula warung dadakan yang menjual es kelapa serta menjual baju yang dihamparkan di atas rumput. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home