Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 16:03 WIB | Senin, 21 Februari 2022

AS: Rusia Punya Daftar Orang Ukraina Yang Akan Dibunuh atau Dimasukkan ke Kamp

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, berbicara kepada media setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi antara Rusia dan Ukraina, di Markas Besar PBB di Manhattan, New York City, AS, pada 17 Februari 2022. (Foto: dok. Reuters)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM- Amerika Serikat telah memperingatkan PBB bahwa mereka memiliki informasi bahwa Rusia memiliki daftar warga Ukraina yang "akan dibunuh atau dikirim ke kamp" jika terjadi invasi, menurut surat yang dikirim ke kepala hak asasi PBB dan diperoleh AFP pada hari Minggu (20/2).

Surat itu, yang dikirimkan ketika Washington memperingatkan invasi segera oleh pasukan Rusia yang berkumpul di dekat perbatasan Ukraina, mengatakan Amerika Serikat “sangat prihatin” dan memperingatkan potensi “bencana hak asasi manusia.”

Amerika Serikat memiliki “informasi yang dapat dipercaya yang menunjukkan pasukan Rusia membuat daftar orang-orang Ukraina yang diidentifikasi untuk dibunuh atau dikirim ke kamp-kamp setelah pendudukan militer,” kata surat itu.

“Kami juga memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan Rusia kemungkinan akan menggunakan langkah-langkah mematikan untuk membubarkan protes damai atau melawan latihan damai dari perlawanan yang dirasakan dari penduduk sipil,” kata pesan itu, yang ditujukan kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet.

Catatan tersebut, yang ditandatangani oleh Bathsheba Nell Crocker, duta besar AS untuk PBB di Jenewa, memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina dapat membawa serta pelanggaran seperti penculikan atau penyiksaan, dan dapat menargetkan pembangkang politik dan agama dan etnis minoritas.

Rusia telah menempatkan lebih dari 150.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, menurut perkiraan Amerika Serikat dan sekutu Barat.

Moskow membantah berencana menyerang tetangganya, tetapi mencari jaminan bahwa Ukraina tidak akan pernah bergabung dengan NATO dan bahwa aliansi Barat akan menarik pasukan dari Eropa Timur, tuntutan yang ditolak Barat. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home