Loading...
SAINS
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 10:28 WIB | Minggu, 11 September 2016

Beberapa Negara Larang Samsung Note 7 di Pesawat

Ilustrasi. Samsung Galaxy Note 7. (Foto: AP)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Produk baru dari perusahaan telekomunikasi terbesar di Korea yaitu Samsung Galaxy Note 7 telah menuai isu krusial yang berbuntut pelarangan di sejumlah negara. Pelarangan ini tentu bukan tak ada alasan. Pasalnya ada insiden di mana pengguna Note 7 melaporkan ponselnya terbakar saat mengisi daya.

Sebelumnya, Asosiasi Keselamatan Penerbangan Amerika Serikat melarang penumpang pesawat untuk tidak menyalakan bahkan membawa Note 7 ke dalam pesawat. Mereka juga memperingatkan penumpang untuk tidak menempatkan ponsel Galaxy Note 7 di tas mereka yang telah lolos pemeriksaan, mengacu pada insiden terbaru yang berasal dari Samsung. Ini merupakan hal yang tidak biasa dilakukan oleh FAA berkaitan dengan aturan yang harus dipatuhi penumpang.

Perkembangan terbaru, beberapa negara seperti Kanada, Jepang dan India juga telah mengeluarkan aturan serupa.

"Terkait dengan insiden terbaru yang melibatkan masalah baterai Samsung atas perangkat globalnya Galaxy Note7, agen travel dan maskapai penerbangan disarankan untuk memastikan hal-hal berikut untuk keselamatan operasional pesawat udara dan penumpangnya: 1. Tidak mengaktifkan atau mengisi baterai ponsel Samsung Galaxy Note7 di dalam pesawat, 2. Tidak menyimpan perangkat tersebut dalam bagasi,” demikian pernyataan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara India, hari Sabtu (10/9).

Hal senada juga disampaikan oleh otoritas penerbangan Kanada, Transport Canada, yang telah mengeluarkan pernyataan tentang masalah tersebut.

"Transport Canada menyarankan operator udara, penumpang dan awak dalam hal risiko keselamatan dan merekomendasikan bahwa perangkat Samsung Galaxy Note 7 dibawa dalam kabin, di mana insiden dapat segera ditangani, dan tidak dalam bagasi. Transport Canada juga sangat menganjurkan untuk tidak menggunakan atau mengisi baterai perangkat ini di kabin pesawat terbang."

Sebuah nasehat serupa juga telah dikeluarkan oleh regulator Jepang. Ponsel tersebut belum mulai dijual di India dan Jepang. (AFP)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home