Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:14 WIB | Rabu, 29 Agustus 2018

Bernostalgia Permainan Tradisional di Bandara Soekarno Hatta

Ilustrasi. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid (kiri) )bersama Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri (kanan), saat melakukan pergaan permainan tradisional congklak, pada pembukaan pameran tradsional interaktif di Terminal 3 Bandara Soekarno hatta Tangerang Senin (27/8). (Foto: tangerangnews.com)

TANGERANG, SATUHARAPAN.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjen Kebudayaan), bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II, menggelar Pameran Permainan Tradisional Interaktif. Pameran yang digelar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang ini ini berlangsung dari tanggal 27 Agustus hingga 15 September 2018.

Pameran dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Hilmar Farid, dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri, Senin (27/8), di Terminal 3 bandara internasional tersebut.

Masyarakat atau calon penumpang, diajak bernostalgia melalui ragam permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa permainan tradisional interaktif yang disediakan dalam pameran tersebut di antaranya, permainan congklak, bola bekel, sepatu bola pantul, taplak gunung, lompat karet, gasing, dan lain-lain.

Pameran permainan tradisional ditampilkan lengkap dengan informasi terkait asal-usul, makna, dan filosofi permainan yang sudah ada di Indonesia dari zaman dahulu.

Hilmar Farid, mengapresiasi kerja sama ini dan mengundang masyarakat, yang sedang menunggu penerbangan di Terminal 3 mengunjungi pameran ini.

"Kami berterima kasih kepada Angkasa Pura II, sudah memberikan ruang untuk pelestarian budaya khususnya permainan tradisional, dan berharap ke depan bisa dibuat kegiatan kesenian lainnya. Ini mungkin langkah awal yang baik," kata Hilmar.

Menurut Dirjen Kebudayaan, saat ini permainan tradisional sudah mulai dilupakan, terutama di kalangan generasi muda. Lewat pameran permainan tradisional itu, masyarakat diajak bernostalgia permainan zaman dahulu, dan mendorong generasi muda mencoba memainkan permainan tradisional.

"Di sini kita punya ruang bermain yang bisa digunakan pelanggan, khususnya pengunjung yang bawa anak-anak bisa bermain, sekaligus para orang tua bisa bernostalgia,” katanya.

Dengan pameran ini, Kemendikbud dan PT Angkasa Pura II,  ingin membuat masyarakat jatuh cinta kepada Indonesia dari permainan tradisional. (kemdikbud.go.id)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home