Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 15:57 WIB | Jumat, 29 Januari 2016

BI Dukung Realisasi KUR Rp 100 Triliun 2016

Gubernur BI, Agus Martowardojo. (Foto: Dok. satuharapan.com/Martha Lusiana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Bank Indonesia (BI) mendukung upaya realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga mencapai Rp100 triliun dengan bunga sembilan persen selama tahun 2016.

"Jadi membahas bagaimana KUR yang ditargetklan Rp 100 triliun di 2016 dapat dilaksanakan dengan baik dan akan memberi manfaat," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, hari Kamis (28/1).

Ia menyebutkan KUR merupakan salah satu bentuk stimulus karena skema kredit itu ditujukan untuk usaha kecil menengah (UKM).

"Kalau mereka memperoleh dukungan pendanaan dengan tingkat bunga sembilan persen, itu merupakan dukungan konkret kepada dunia usaha," katanya.

Menurut dia, jika motor dunia usaha adalah UKM maka stimulus itu akan membawa dampak yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia.

Agus menyebutkan semua KUR yang akan diberikan di 2016 ini oleh semua lembaga keuangan penyalur, tingkat bunganya akan ada di sembilan persen.

"Kita menyambut baik bahwa KUR di 2016 efektif bunganya akan ada di sembilan persen, dan ini merupakan satu terobosan, karena sebelumnya 22 persen, kemudian turun menjadi 12 persen dan sekarang menjadi sembilan persen," katanya.

Sementara itu mengenai kondisi perekonomian global, Agus mengatakan secara umum kondisi global masih perlu diperhatikan seperti tingkat suku bunga AS yang sudah dinaikkan.

"Dalam tiga tahun ke depan masih ada kemungkinan naik secara gradual," katanya.

Yang juga perlu mendapat perhatian, menurut dia adalah pertumbuhan atau kondisi ekonomi di Tiongkok yang melemah.

"Itu kan kondisisnya pada 2015 pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,9 persen, diperkirakan di 2016 akan turun ke 6,3 persen, kita juga dengar lima tahun ke depan otoritasnya mengatakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok ada di kisaran 6,5 persen," katanya.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah harga komoditas yang masih akan ada koreksi penurunan, termasuk harga minyak.

"Kita melihat bahwa di pasar future itu bahwa akan rata-rata masih akan terkoreksi minus sembilan persen, kondisi ini akan berdampak ke kondisi Indonesia," katanya.

Namun Agus menyatakan secara umum kondisi Indonesia lebih baik. terutama dari sisi inflasi, transaksi berjalan dan neraca pembayaran.

"Kita harapkan kondisi ini akan lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih  berkesinambungan," kata Agus Martowardojo. (Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home