Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 16:08 WIB | Senin, 15 Juni 2015

BKPM Kunjungi Daerah Pastikan Kelancaran Investasi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani memberi keterangan kepada para pewarta pada konferensi pers Hasil Roadshow Pengawalan 100 Projek Investasi Tahap Pertama, yang berlangsung Senin (15/6) di Ruang Makassar, Kompleks Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta. (Foto: Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan alasan dilakukannya kunjungan kerja ke beberapa industri di Lebak, Provinsi Banten dan beberapa kota di Provinsi Jawa Tengah yakni guna memastikan, proses realisasi proyek investasi tetap berjalan sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional.

"Kunjungan tersebut untuk memastikan proyek-proyek tetap berjalan dan memberikan dampak positif mendorong bergeraknya ekonomi. Dengan kunjungan kami ke lapangan, ini menunjukkan bahwa geliat investasi tetap terjadi di tengah geliat ekonomi dunia yang sedang slow down," kata Kepala BKPM, Franky Sibarani kepada para pewarta pada konferensi pers Hasil Roadshow Pengawalan 100 Projek Investasi Tahap Pertama, yang berlangsung Senin (15/6) di Ruang Makassar, Kompleks Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta.

Franky menjelaskan bahwa BKPM bersama dengan beberapa  anggota tim BKPM melakukan kunjungan kerja mulai dari Selasa (9/6) sampai dengan Jumat (12/6) ke beberapa  daerah antara lain kawasan industri di Lebak, Kabupaten Banten, kemudian di beberapa  kota di Jawa Tengah seperti Sukoharjo, Solo, dan Sragen.

Menurut Franky, kunjungan tersebut merupakan bagian dari sampling BKPM terhadap 100 projek investasi yang sedang memasuki masa kontruksi.

Ia melanjutkan, dari delapan proyek investasi tersebut, tercatat realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 26,2 triliun atau sekitar 52 persen dari rencana investasi sebesar Rp 50,7 triliun. Selain itu, diharapkan pula terjadi penambahan ekspor produk senilai  800 juta dolar AS per tahun, penghematan devisa hingga  810 juta juta dolar AS per tahun serta tambahan pembangkit tenaga listrik sebesar 986 Megawatt (Mw) yang 662 Mw di antaranya untuk kebutuhan masyarakat Indonesia, sedangkan sisanya sebesar 324 Mw digunakan untuk keperluan perusahaan itu sendiri.

"Hal yang tidak kalah penting adalah kegiatan investasi yang dapat memacu percepatan pembangunan di daerah,” kata Franky.

Akan tetapi, Kepala BKPM Franky Sibarani menyebut, kendala yang utama adalah soal kepastian pasokan energi listrik dan perizinan terkait lahan dan tata ruang. Selain itu, perizinan daerah dan duplikasi peraturan perizinan antara satu ketentuan perundang-undangan dengan lainnya juga masih menjadi kendala investor enggan berinvestasi.

"Kami melakukan sampling terhadap 100 proyek investasi yang sedang memasuki masa konstruksi dengan mengunjungi delapan perusahaan PMA di Banten dan Jawa Tengah. Dari situ, kami mendapat keluhan soal perizinan lahan dan pasokan listrik," kata Franky.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home