Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 15:07 WIB | Senin, 21 Maret 2016

BMKG: Tidak Terekam Adanya Titik Api di Riau

BMKG: Tidak Terekam Adanya Titik Api di Riau
Helikopter Superpuma Sinar Mas Forestry melakukan pengeboman air (water boombing) di atas hutan yang terbakar di Desa Bokor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Selasa (15/3). Dua Helikopter Sinar Mas Forestry berjenis Superpuma PK-DAN dan Eurocopter PK-DAM dikerahkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran lahan dan hutan di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman
BMKG: Tidak Terekam Adanya Titik Api di Riau
Asap mengepul dari kebakaran lahan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (10/3). Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan sejak 7 Maret lalu selama tiga bulan ke depan, dengan pertimbangan potensi kebakaran lahan dan hutan di Riau yang semakin meluas karena faktor kemarau yang tidak normal dan masih adanya pembukaan lahan dengan membakar. ANTARA FOTO/Wahyudi
BMKG: Tidak Terekam Adanya Titik Api di Riau
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru berusaha memadamkan bara api ketika terjadi kebakaran di lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Minggu (13/3). Untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan kabut asap, Satgas Karlahut Propinsi Riau terus melakukan pemadaman baik darat maupun udara dan berpatroli di kawasan-kawasan yang kerap terjadi kebakaran lahan dan hutan. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

PEKANBARU, SATUHARAPAN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan tidak terekam adanya titik panas atau api di Provinsi Riau berdasarkan hasil pantauan satelit Tera dan Aqua.

“Rekaman satelit hari ini terdapat dua titik panas di Provinsi Kepulauan Riau, sedangkan Riau tidak ada titik panas,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru, hari Senin (21/3).

Slamet menambahkan, kondisi itu sangat berbeda pada satu hari sebelumnya, dimana saat itu terdeteksi delapan titik panas di Riau dan terkonsentrasi di wilayah pesisir meliputi, Bengkalis empat titik, Meranti dua titik, Indragiri Hulu dan Pelalawan masing-masing satu titik.

Dari delapan titik panas tersebut, terdapat tiga titik dipastikan sebagai titik api yang mengindikasikan telah terjadi kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen yakni di Bengkalis, Meranti dan Pelalawan.

Sementara untuk wilayah Pulau Sumatera totalnya pada hari Minggu (20/3) terdapat 30 titik panas yang tersebar di enam provinsi, meliputi Aceh 13 titik, Riau delapan titik, Sumatera Utara empat titik, Sumatera Barat tiga titik, Jambi dan Kepulauan Riau masing-masing 1 titik.

“Memang tidak ada atau nihil. Tapi untuk diketahui informasi detil bisa didapat dari posko satuan tugas kebakaran hutan dan lahan Riau di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, termasuk upaya-upaya yang sedang dilakukan,” kata Slamet.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan sebagai upaya mempercepat tindakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada tanggal 7 Maret 2016 lalu dan berlaku selama tiga bulan ke depan. (Ant).

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home