Loading...
INSPIRASI
Penulis: Tjhia Yen Nie 08:08 WIB | Jumat, 05 Juni 2015

Buah yang Manis

Kepandaian dan uang saja tidak cukup.
Foto: istimewa

SATU HARAPAN.COM – Suatu hari saya mendapat  kiriman beberapa buah mangga dari teman saya.  Tidak hanya rasanya yang manis, aroma dan warnanya pun menggoda.  ”Bagaimana bisa pohon di tempatmu berbuah dengan begitu manis?” tanya saya karena pohon mangga di tempat saya belum juga berbuah.

Saya jadi teringat ketika dalam suatu kesempatan liburan, saya menikmati makan lesehan sambil ditemani dengan gesekan biola seorang pengamen.  Saat itu saya mengatakan kepada suami saya, yang berprofesi sebagai pemusik, untuk menebak setara tingkat berapakah si pengamen itu bila dibandingkan dengan pendidikan formal musik yang biasa dijadikan patokan.  Saya menduga, Si Pengamen tidak kalah dengan kemampuan musisi yang biasa konser di gedung-gedung kesenian.  Tetapi kenyataannya, dia tetap menjadi pengamen.

Tahun ajaran 2014-2015 ini Andi tidak naik kelas, namun menjelang  akhir tahun pelajaran sekarang ini, dia terancam tidak naik kelas lagi.  Sang Ibu dengan bercucuran airmata menanyakan apakah yang salah dalam diri anaknya?  Dia pun menghadap psikolog untuk mencari tahu penyebab ketidakmampuan anaknya mengikuti pelajaran di sekolah.  Hasil yang didapat adalah anaknya memiliki IQ yang termasuk dalam kategori cerdas.  Lalu, apakah penyebabnya?

Pada 2008, sebuah acara kuis TV di Amerika 1 vs 100, menampilkan Christopher Langan, jika Albert Einstein memiliki IQ 150, maka Christopher Langan memiliki IQ 195.  Namun jika dilihat perjalanan hidup mereka, kita dapat secara jelas melihat perbedaannya.  Einstein, pencipta teori relativitas, lahir dari sebuah keluarga yang mementingkan pendidikan sejak dini. Pada usia 10 tahun orangtuanya mendatangkan  Max Talmud, seorang mahasiswa kedokteran, untuk menjadi guru pembimbing Einstein muda di luar pendidikan formalnya. 

Sedangkan Langan, lahir dari ibu yang memiliki empat anak laki-laki dari ayah yang berbeda.  Semasa kecil, dia sering dipukul ayah tirinya, yang merupakan suami keempat ibunya. Dan saat dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke sebuah universitas, ibunya lalai mengisi persyaratannya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan buah mangga teman saya manis dan cepat berbuah, sedangkan pohon mangga di tempat saya tetap saja enggan berbuah. Memiliki modal dalam bentuk kepandaian maupun uang saja tidak cukup untuk menghasilkan buah yang manis.

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home