Loading...
FOTO
Penulis: Melki Pangaribuan 16:00 WIB | Rabu, 31 Juli 2013

Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur

Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Para pengendara bermotor berhenti di depan batas perhentian lampu merah, pada siang hari, Rabu (31/7), Jakarta Timur. (Foto-foto: Melki Pangaribuan)
Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Penggunaan jalan yang ingin berbelok terhambat oleh carut-marut kendaraan bermotor di lampu merah.
Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Traffic Light Timer, tidak efektif bagi penertiban lampu merah untuk menunggu di persimpangan jalan lampu merah.
Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Kondisi yang sama pada malam hari, Selasa (30/7), di persimpangan Jalan R.S. Soekanto, Jakarta Timur.
Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Zebra Cross, sebagai garis aman pejalan kaki untuk menyeberang jalan tidak disediakan oleh dinas terkait.
Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Seorang pengendara motor membandel, tidak berhenti pada jalur semestisnya. Ia justru berada di sisi kanan jalan berlawanan.
Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Tidak adanya petugas lalu-lintas semakin menambah carut-marutnya di jalan raya.
Carut-marut Persimpangan Lampu Merah di Jakarta Timur
Gambar lokasi persimpangan jalan, antara jalan Kolonel Sugiono dan Jenderal R.S. Soekanto. (Foto: maps.google.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Jalur lalu-lintas selayaknya dipergunakan dengan tertib bagi penggunanya, bukan hanya untuk keamanan dan ketertiban berlalu-lintas, tetapi juga untuk menghindari terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor. Di perempatan lampu merah, di Jakarta Timur, antara jalan Kolonel Sugiono dan Jenderal R.S. Soekanto, dan pada arah berlawanan jalan Radin Inten 2 dan yang menuju arah Buaran, Jakarta Timur, acap kali terpantau sangat macet.

Traffic light menggunakan waktu penghitung mundur, justru tidak menjadi sarana efektif bagi pengendara untuk bersabar di perhentian lampu merah. Pantauan satuharapan.com pada Selasa (30/7) hingga Rabu (31/7), jalan di simpang jalan Jenderal R.S. Soekanto tersebut, pengguna kendaraan bermotor berhenti tidak pada tempatnya di depan garis batas perhentian untuk akses penyeberang pejalan kaki.

Oleh karenanya, pejalan kaki kesulitan menyeberang jalan, terhalang kendaraan. Zebra Cross yang seharusnya disediakan bagi pejalan kaki, justru tidak tampak ada.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home