Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:28 WIB | Selasa, 20 Januari 2015

Desakralisasi UN, Kurangi Keterlibatan Aparat Keamanan

Ilustrasi: Polisi menjaga tempat penyimpanan naskah Ujian Nasional (UN) 2013 untuk daerah Provinsi Gorontalo di Kantor Pos Kota Gorontalo. (Foto antaranews.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Hasil ujian nasional (UN) yang selama ini menjadi salah satu penentu kelulusan siswa, menjadikan UN sebagai hal yang menakutkan. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, desakralisasi UN akan dilakukan mulai tahun ini agar UN tidak lagi dilihat sebagai hal yang menakutkan.

Desakralisasi UN, salah satu di antaranya dilakukan dengan mengurangi keterlibatan aparat keamanan dalam distribusi naskah UN maupun kehadiran mereka di sekolah. “UN tidak harus dikawal pengamanannya. Kita ingin masyarakat juga ikut mengontrol,” katanya saat berdiskusi dengan redaksi Jawa Pos di Gedung Graha Pena, Jakarta, (16/01).

Mendikbud menganggap bagus kebiasaan berdoa menjelang UN yang dilakukan sekolah-sekolah di berbagai daerah, tetapi ia mengingatkan jangan sampai ada kebiasaan-kebiasaan lain yang "menyakralkan" UN. “Berdoa untuk ujian, itu penting. Tapi tidak perlu ada hal-hal yang membuat UN sakral,” katanya.

Mendikbud juga merencanakan tidak ada pengawalan khusus dalam distribusi naskah UN, melainkan melalui jasa pos. Namun, rencana tersebut kemungkinan belum akan diberlakukan untuk UN 2015 ini. “Tidak perlu polisi di sekolah. Cukup dikirim pakai pos. Tidak perlu dikawal khusus,” katanya.(kemdiknas.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home