Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 09:32 WIB | Minggu, 26 Juli 2015

Di Jayapura, Muslim Sumbang Beras untuk Kegiatan Kristen

Ilustrasi: Para warga saat mengantre untuk membeli beras murah dari Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam gelar operasi beras murah. (Foto: Dok.satuharapan.com/ Dedy Istanto).

JAYAPURA, SATUHARAPAN.COM – Toleransi antarumat beragama di Provinsi Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, berjalan sangat baik. Umat Muslim dan Kristiani senantiiasa saling membantu dalam berbagai kegiatan keagamaan.

“Contohnya saat ini kami Jayapura sebagai tuan rumah kegiatan pekan olahraga dan seni (porseni) serta retreat persekutuan wanita Kristen, tamu undangan yang hadir sekitar 6.000 orang dari Provinsi Papua dan Papua Barat, dan umat Islam menunjukan toleransinya dengan telah menyumbang 200 kilogram beras untuk peserta,” kata Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, seperti dikutip suarapapua.com, Minggu (26/7).

Menurut Awoitauw, sumbangan tersebut bukan karena diminta, apalagi paksaan. Melainkan, karena kepedulian umat Muslim terhadap kegiatan yang diselenggarakan umat Kristiani. “Jadi teman-teman Muslim membantu secara spontan saja, dan cara-cara saling membantu begini sudah berlangsung lama. Kalau Idul Fitri, kami Kristen yang giliran membantu teman-teman Muslim, ini pemandangan yang lazim terjadi di tanah Papua,” kata dia.

Selain menyumbang 200 kilogram beras ke panitia, Awoitauw melanjutkan, umat muslim di Jayapura juga telah menyumbang gula, mie instan, dan beberapa bahan makanan untuk keberlanjutan kegiatan persekutuan wanita Kristen yang akan berakhir pada Minggu (2/8) besok.

“Kalau dihubungkan dengan insiden yang terjadi di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, kita lihat hanya kurang komunikasi saja. Di Papua, suasana kekeluargaan dan toleransi antarumat beragama sangat tinggi, seperti yang ditunjukan teman-teman Muslim di Jayapura saat kegiatan gereja berlangsung,” ujar Bupati Kabupaten Jayapura itu.

Tidak Memperbesar Tolikara

Awoitauw juga meminta media massa, terutama media sosial, tidak memperbesar insiden yang terjadi di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua. Sebab, selama ini toleransi antarumat beragama di tanah Papua sangat baik dibanding daerah lain di Indonesia.

“Teman-teman Muslim juga ikut membantu karena sama-sama hidup di Papua, dan telah menjadi orang Papua, dan mereka sendiri yang mengorganisir diri. Saya kira cara-cara toleransi seperti ini perlu dipelihara, dan dipraktekan juga oleh daerah-daerah lain di luar tanah Papua,” ucap dia.

Menurut Awoitauw, rasa empati dan toleransi antarumat beragama bukan dengan kata-kata, selebaran-selebaran, dan imbauan-imbauan di media masssa, tetapi dengan aksi nyata tanpa direkayasa.

“Seperti yang sudah ditunjukan teman-teman Muslim di Jayapura, ini tidak dibuat-buat, karena toleransi di sini sudah sangat baik, mereka tulus membantu teman-teman wanita Kristen yang mau melangsungkan acara hampir satu minggu,” tutur dia. (suarapapua.com)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home