Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 10:17 WIB | Rabu, 13 Juli 2016

Dikepung, Puluhan Warga Suriah Meninggal Kelaparan

Warga Suriah melintasi sebuah pasar sayur mayur yang telah dikosongkan di wilayah yang dikuasai pemberontak di kota utara Suriah Aleppo pada 10 Juli 2016 setelah rezim menutup Jalur Castello hingga melumpuhkan jalur suplai bantuan. (Foto: AFP)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM - Sekitar 86 orang meninggal akibat kepungan pasukan pemerintah Suriah di Kota Madaya selama setahun terakhir, termasuk 65 orang yang tewas karena kelaparan dan kekurangan gizi, menurut laporan dua LSM, hari Selasa (12/7).

LSM Masyarakat Medis Amerika Suriah (SAMS) dan Dokter Hak Asasi Manusia (PHR) mengatakan kepungan pasukan pemerintah Suriah di Madaya sejak Juli 2015 menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa.

Madaya di Provinsi Damaskus menarik perhatian dunia pada akhir 2015 setelah muncul laporan para warganya tewas akibat kelaparan karena minimnya persediaan pangan.

Kemudian empat konvoi bantuan kemanusiaan memperoleh akses ke kota tersebut, namun kedua LSM mengatakan bantuan tersebut belum cukup.

“Tahun lalu, gambar-gambar mengerikan mengenai penderitaan warga Madaya tersebar di media, dan kami berharap hal itu akan mendorong pengiriman bantuan kemanusiaan ke kota,” ujar Elise Baker dari PHR, badan advokasi yang berbasis di New York.

“Namun, konvoi bantuan kemanusiaan PBB yang akhirnya memasuki Madaya tidak mampu menyediakan pangan, obat-obatan dan peralatan medis yang memadai bagi para warga,” ujar Baker.

“Puluhan warga Madaya tewas akibat ketidakmampuan tersebut. Dan setiap hari akibat pengepungan, warga Madaya kian dekat dengan ajal.”

Sekitar 40 ribu orang masih bertahan di Madaya, yang kini dikepung oleh pasukan pemerintah dan gerilyawan loyalis.

PBB mengungkapkan hampir 600 ribu rakyat Suriah hidup di tengah pengepungan, terutama oleh pemerintah dan juga pemberontak serta kelompok ekstremis ISIS. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home