Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 15:59 WIB | Senin, 12 Mei 2014

Dinkes Sumbar: Empat Pasien Negatif MERS-CoV

Pasien suspect Mers-Cov dirawat keluarganya di ruang isolasi khusus bagian penyakit dalam, RSUP Dr.M Djamil Padang, Sumbar, Senin (12/5). Jumlah pasien terduga Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) di rumah sakit itu sebanyak lima orang warga yang baru pulang Umrah, bertambah dari jumlah sebelumnya tiga orang yang dirawat sejak pekan lalu. (Foto: Antara)

PADANG, SATUHARAPAN.COM - Dinas Kesehatan Sumatera Barat menyatakan empat dari lima pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil Kota Padang dinyatakan negatif terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV).

"Hasil laboratorium baru keluar pada Senin, sekitar pukul 10.00 WIB. Dari lima pasien yang dirawat, empat orang dinyatakan negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Rosnini Savitri di Padang, Senin (12/5).

Ia mengatakan keempat pasien tersebut hanya dinyatakan demam biasa dan radang paru-paru atau pneumonia berdasarkan uji laboratorium di Jakarta.

Empat pasien yang dinyatakan negatif MERS-CoV tersebut adalah Z (86) warga Padangpariaman, N (66) asal Bukittinggi, N (62) penduduk Kabupaten Agam, dan S (63) asal Padang. Sementara hasil uji laboratorium penyakit yang dialami SY (61) baru akan diketahui pekan ini karena baru menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr M Djamil Padang pada Senin itu.

Ia mengimbau warga Sumatera Barat terutama yang baru pulang dari umrah segera memeriksakan petugas kesehatan jika mengalami gejala-gejala demam tinggi, batuk, flu, dan sakit kepala untuk mengantisipasi serangan virus yang muncul dari Arab Saudi ini.

"Mirip dengan flu burung, penularan virus ini bisa melalui udara atau dari peralatan yang yang dipakai," katanya.

Wakil Ketua Tim Penanganan Suspect MERS, RSUP M Djamil Padang, Dr Irvan Madison SpP, menyatakan gejala yang dialami kelima pasien tersebut memang mirip dengan ciri-ciri akibat virus MERS. Saat ini, tim dokter hanya bisa memastikan mereka positif mengalami radang paru-paru atau pneumonia dan demam biasa.

"Mereka memang demam, batuk, sesak nafas dan ada riwayat perjalanan ke Arab Saudi. Tapi hasil positif atau tidaknya MERS harus menunggu hasil laboratorium," katanya.

Menurutnya, manusia bisa terinfeksi virus tersebut hanya dalam rentang waktu 14 hari setelah mengalami kontak fisik dengan hewan atau manusia yang positif mengidap MERS. "Kalau sudah lewat dua minggu, kecil kemungkinan positifnya," ujarnya. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home