Loading...
EKONOMI
Penulis: Windrarto 10:47 WIB | Jumat, 02 Agustus 2013

Empat Kota Diusulkan Sebagai Creative City

Empat Kota Diusulkan Sebagai Creative City
Visit Indonesia
Empat Kota Diusulkan Sebagai Creative City
Kota Yogyakarta (istimewa)
Empat Kota Diusulkan Sebagai Creative City
Kota Bandung (istimewa)
Empat Kota Diusulkan Sebagai Creative City

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Empat kota di Indonesia, yakni Yogyakarta, Solo, Bandung, dan Pekalongan diajukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai "creative city" kepada lembaga PBB di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya atau Unesco..

"Kami sudah mengajukan berkasnya kepada UNESCO dan menunjuk konsultan, diharapkan bisa diproses tahun ini dengan harapan bisa diumumkan tahun depan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu (1/8)

Unesco mencanangkan The Creative City Network pada Oktober 2004. Namun pemberian predikat sebagai “creative city” bukan hal mudah.  Ada  seleksi ketat untuk berbagai kota yang mengajukan diri sebagai kota kreatif di dunia.   UNESCO mengategorikan kota kreatif dalam dua golongan yakni kota berbasis kerajinan dan kota berbasis disain.

"Intinya UNESCO akan menilai `urban planning concept`-nya, apakah sudah mendukung kreativitas masyarakatnya, sudahkah membangun sarana dan prasarana tidak hanya fisik tetapi juga nonfisik," kata Mari Pangestu.

Solo

Ia mencontohkan, di sejumlah kota yang dinilai layak untuk diajukan sebagai kota kreatif, misalnya Solo setiap akhir pekan, jalan-jalan ditutup untuk menciptakan ruang kreatif bagi masyarakatnya.  "Mereka mengadakan pameran, memberikan kesempatan UKM berpameran, melakukan performance art, bahkan memberikan izin usaha gratis bagi UKM," katanya.

Pada intinya, kata Menteri, UNESCO akan menilai ada tidaknya program kreatif yang terklaster dari hulu ke hilir di suatu kota.

Empat kota di Indonesia tersebut diharapkan bisa masuk dalam jaringan kota kreatif dunia versi UNESCO dengan berbagai manfaat pertukaran informasi sekaligus promosi di dalamnya.  Dengan terjalin dalam jaringan kota kreatif itu, kota-kota yang diajukan bisa belajar dari kota-kota kreatif lain yang sudah lebih dulu berkembang di dunia.

"Ini salah satu upaya kami untuk mendorong kota-kota di Indonesia agar bekerja keras mempersiapkan sarana dan prasarana baik fisik maupun nonfisik untuk menjadi kota kreatif yang dikenal dunia," katanya.  Ke depan, yang bisa dikembangkan sebagai kota kreatif adalah Bali, Malang, dan Surabaya.

Bali

Bila Bali juga akan diusulkan, provinsi akan lebih mudah untuk segera mendapat predikat creative city.  Apalagi kreatifitas masyarakat Bali telah menjadikannya sebagai daerah tujuan wisata pelancong  dari berbagai mancanegara.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, selama semester pertama 2013 1,49 juta wisatawan  mancanegara berlibur ke Pulau Dewata.

Bali, seperti dilansir Antara, menerima kunjungan 1,49 juta wisatawan mancanegara (wisman) selama semester pertama 2013, meningkat 6,61 persen dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,4 juta orang. Sementara target kunjungan wisatawan mancanegara  (wisman) tahun ini sebanyak  2,8 juta turis. Sasaran tersebut optimis dapat tercapai, mengingat Pemerintah Provinsi Bali mengimbanginya dengan berbagai upaya antara lain promosi yang lebih intensif ke negara-negara potensial pemasok turis ke sini.

10 Negara

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Gede Suarsa, di Denpasar, Jumat (2/8), dari 10 negara terbanyak memasok wisman ke Bali, delapan negara di antaranya meningkat signifikan dan hanya dua negara masyarakatnya berkurang ke Pulau Dewata.

Kedelapan negara negara yang masyarakatnya semakin banyak berliburan ke Pulau Bali antara lain Australia meningkat 3,23 persen, menyusul China 15,09 persen, dan Jepang 17,83 persen.

Selain itu masyarakat Malaysia meningkat 11,35 persen, Singapura 14,14 Persen, Taiwan 9,05 Persen, Amerika Serikat 10,79 Persen dan Prancis 0,24 Persen. Sedangkan dua negara yang masyarakatnya berkurang ke Bali meliputi Korea Selatan 2,42 persen dan Inggris 5,43 persen.

Untuk mempertahankan daya tarik Bali, berbagai kegiatan festival seni dan budaya diagendakan, antara lain Pesta Kesenian Bali (PKB) dan kegiatan serupa di tingkat kabupaten maupun objek wisata.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home