Loading...
BUDAYA
Penulis: Francisca Christy Rosana 19:20 WIB | Jumat, 12 Desember 2014

Festival Lampion Jakarta Digelar Malam Ini

ilustrasi. Jakarta Lantern Festival (JLF) 2014 digelar di Lapangan Banteng malam ini. (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Jakarta Lantern Festival (JLF) 2014 digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat mulai 12 – 14 Desember. Acara pesta lampu lampion ini akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pada Jumat (12/12) malam.

Festival ini akan diikuti seniman lampion dari Jakarta, Malang, dan Yogyakarta. Selain itu, para seniman lampion dari Tiongkok juga ikut memeriahkan acara dengan menampilkan lampion raksasa berbentuk naga.

"Jakarta Lantern Festival digelar untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan budaya, serta perkembangan seni kreatif," kata Prisila, Public Relation Agate Selaras Indonesia, event organizer Jakarta Lantern Festival 2014.

Prisila mengatakan, warga Jakarta yang datang ke arena Jakarta Lantern Festival tidak sekadar disuguhi penampilan pesta lampu ribuan lampion.

”Pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan di antaranya penari 1.000 wajah dari Tiongkok serta pementasan seni tradisional di antaranya Keroncong Tugu dan Gambang Kromong," ujarnya.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. "Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman menjelaskan  Jakarta Lantern Festival akan menghadirkan sebanyak 2.800 lampion berukuran kecil hingga besar. "Ada 46 lantern raksasa berbentuk naga, ondel-ondel, Taj Mahal, dan berbagai karakter lainnya," ujar Arie.

Arie menambahkan, acara lantern fesitval juga digelardi sejumlah kota besar di dunia.

”Ạda beberapa event Lantern Festival digelar di sejumlah kota besar dunia, seperti Seoul Lantern Festival, Yuan Xia Festival, Auckland Chinese Lantern Festival di Selandia Baru, Spring Lantern Festival di Hongkong, dan lain-lain,” kata dia.

Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota negara dan kota metropolitan ingin menyejajarkan posisi dengan sejumlah kota besar dunia.

”Untuk itu, Disparbud DKI perlu menciptakan event-event kreatif popular dengan tetap mengedepankan budaya lokal sebagai basic pengembangan seni kreativitas dalam karya lantern yang ditampilkan,” kata dia (beritajakarta.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home