Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 10:49 WIB | Minggu, 27 November 2016

Fidle Castro Meninggal dalam Usia 90 Tahun

Mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro, ketika diambil gambarnya pada April 2016. (Foto dari Al Arabiya/AP)

HAVANA, SATUHARAPAN.COM – Pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro meninggal dalam usia 90 tahun pada hari Jumat (25/11), menurut laporan televisi negara. Castro membangun Kuba menjadi negara komunis yang menetang negara tetangganya, Amerika Serikat.

Kesehatan Castro memburuk sejak mengalami penyakit usus yang hampir membunuhnya pada tahun 2006.

Pria yang tampil dengan jenggotnya itu berkuasa dan memerintah Kuba setelah revolusi pada tahun 1959 selama 49 tahun. Dia memimpin dengan karismanya dan menciptakan negara dengan partai tunggal, di mana negara itu juga berada dalam pusaran perang dingin antara Timur dan Barat.

Meskipun dianggap sebagai setan oleh AS dan sekutu-sekutunya, Kuba dan Castro banyak dikagumi oleh kaum kiri di seluruh dunia, terutama oleh sosialis revokusioner di Amerika Latin dan Afrika.

Kuba di bawah kepemimpinan Castro menghadapi sembilan presiden  AS dalam hubungan yang tegang dengan AS, bahkan menghadapi serangan yang didukung CIA di Teluk Babi pada tahun 1961. Dia juga menghadapi sejumlah upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Dalam aliansi dengan Rusia (Uni Sovyet) Kuba menghadapi krisi yang dipiciu oleh senjata misil Kuba pada tahun 1962, yang banyak disebut sebagai dunia berada pada situasi yang mendekati perang nuklir.

Castro dikenal sering mengenakan pakaian militer hijau dan suka mengunyak tembakau atau mengisap cerutu. Dia sering berpidato dengan semangat selama kekuasaannya, dan retorikanya terutama ditujukan secara tajam kepada AS.

Di dalam negeri dia adalah pahlawan yang melenyapkan kapitalisme di negera pulau itu dan membangun Kuba dengan pendidikan dan kesehatan serta mengatasi rakyat miskin. Namun dia juga mempunyai musuh-musuh, terutama yang kemudian melarikan diri ke AS, dan menganggap Castro sebagai tiran yang kejam.

Setelah runtuhnya komunisme di Uni Sovyet, Kuba dan AS mulai membangun hubungan diplomatik. Di sisi lain, penyakit yang diderita menyebabkan Castro harus menyerahkan kekuasaan sementara kepada adiknya, Raul Castro, pada tahun 2006, dan kemudian secara definitif pada tahun 2008.

Raul memuji Castro, namun selama kepemimpinannya dia mulai mengubah Kuba dan menawarkan reformasi ekonomi terutama pasar yang lebih terbuka. Pada bulan Desember tahun lalu dia mulai dengan memperbaiki hubungan diplomatik dengan AS, dan mengakhiri permusuhan. Namun masih dipertanyakan apakah Fidel Castro menyetujui kesepakatan itu.

Pasda akhirnya Fidel Castro tidak lagi memegang kepemimpinan  dan dia kadang-kadang menulis dan menemui para pemimpin dunia yang berkunjung. Reuters menyebutnya dia tinggal di tempat dalam kondisi semi pengasingan.

Kematian Castro menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Kuba, terutama dalam hubungan dengan Barat, di bawah Raul Castro yang berumur 85 tahun.   

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home