Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 23:07 WIB | Selasa, 15 September 2015

Gerindra Minta Pemerintah Cepat Atasi Kabut Asap di Riau

Sejumlah prajurit Kostrad TNI AD yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Sumatera berjalan memasuki lambung pesawat udara TNI AU CN 295 yang akan terbang menuju Riau di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (15/9). Sebanyak 1159 prajurit TNI yang berasal dari Kostrad TNI AD, Korps Marinir dan Paskhas TNI AU berangkat menuju provinsi Riau untuk membantu satgas yang telah ada dalam penanggulangan bencana asap di wilayah Sumatera. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Partai Gerindra mengkritisi penanganan pemerintah yang dianggap lamban dan belum maksimal dalam mengatasi kebakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan khususnya di Riau. Saat ini sudah hampir seluruh wilayah di Riau diselimuti kabut asap akibat kebakaran lahan

"Jangan hanya memikirkan, bagaimana meredam kegaduhan politik saja, pemerintah harus bisa memikirkan bagaimana meredam kabut di sana dengan cepat," kata Anggota DPR-RI Komisi IV dari Fraksi Gerindra, Sjachrani Mataja dalam siaran pers yang diterima satuharapan.com, di Jakarta, hari Selasa (15/9).

Bencana kabut asap akibat kebakaran lahan ini sudah menjadi bencana tahunan yang sangat memprihatinkan. Bukan hanya membahayakan hutan Indonesia, namun bencana kabut asap ini juga sudah membahayakan masyarakat di sana.

"Pemerintah harus bisa bergerak cepat menyelesaikan bencana ini, semakin lama semakin habis hutan kita, dan bukan hanya itu, nyawa mereka yang ada di sana juga sudah menjadi taruhan," kata dia.

Menurut Sjachrani, apabila pemerintah tidak dapat menangani bencana ini dengan cepat, Indonesia akan dianggap tidak mampu mengatasi permasalahan di negaranya sendiri.Apalagi lanjut dia, bencana kabut asap ini sudah melebar ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, semakin larut Indonesia akan menjadi sorotan seluruh dunia jika tidak menyelesaikan bencana ini secepatnya.

"Ini juga merupakan harga diri bangsa, Indonesia akan dianggap tidak becus menyelesaikan masalah di dalam, bagaimana kita bisa maju di mata dunia? Apabila negara-negara lain sampai turun tangan untuk bencana yang sudah menjadi bencana “tahunan” ini, hancur sudah Indonesia di mata dunia!," katanya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home