Loading...
DUNIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 10:43 WIB | Selasa, 08 Juli 2014

Greenpeace Blokade Situs Pengeboran Gas Chevron di Romania

Romanian Penduduk desa & Imam Menempati situs pengeboran Chevron. (Foto: popularresistance.org)

PUNGESTI, SATUHARAPAN.COM – Sekitar 20 aktivis Greenpeace, memblokade akses  menuju situs eksplorasi gas di Romania, pada Senin (7/7), untuk menggagalkan operasi pengeboran oleh perusahaan energi asal Amerika Serikat, Chevron.

 Para aktivis itu saling merangkulkan tangan, dan duduk di depan pintu masuk lokasi pengeboran, di desa Pungesti yang terletak sebelah timur laut Romania.

 Mereka terlihat menghalangi sebuah truk, yang hendak memasuki lokasi sambil merentangkan spanduk bertuliskan, "tidak untuk `frakcing`."

 "Fracking" adalah teknik pengeboran kontroversial , yang melibatkan injeksi sejumlah air, dan zat-zat kimia lainnya, jauh ke dalam lapisan bebatuan di perut bumi, untuk melepaskan kandungan gas di dalamnya.

 Sejumlah aktivis lingkungan mengatakan, bahwa zat kimia yang diinjeksi itu dapat meracuni sumber mata air. Selain itu, metode "fracking" juga dapat menyebabkan gempa bumi kecil.

"Eksploitasi gas di dalam lapisa bebatuan tidak dapat dilakukan jika kehidupan ratusan ribu orang yang hidup di sekitar area akan terancam karenanya," kata koordinator aksi Greenpeace, Laurentiu Ciocirlan.

Chevron sendiri mengatakan, bahwa operasi eksploitasi gas dilakukan dengan memenuhi standar-standar pengamanan yang ada. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk melakukan pengeboran skala penuh, setelah melakukan eksplorasi selama tiga sampai lima tahun.

Menyusul aksi tersebut, Chevron menuliskan pernyataan, bahwa perusahaan menghormati, "hak individu untuk menyatakan pendapat; meskipun demikian hak itu harus dilakukan sesuai undang-undang."

Upaya pengeboran gas di Romania, sebelumnya telah dua kali menemui kegagalan, pada akhir 2013 lalu karena perlawanan dari kelompok pecinta lingkungan.

Chevron sendiri mengatakan, bahwa gas di Romania dapat menjadi cadangan energi krusial bagi Eropa, terutama setelah terjadinya krisis Ukraina, sebagian wiayahnya dilalui oleh pipa gas dari Rusia ke negara-negara Eropa. (AFP/Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home